Imbas Bandara Anyar, Tawangsari Rintis Desa Transit Wisata
Wisata

Imbas Bandara Anyar, Tawangsari Rintis Desa Transit Wisata

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Wilayah Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih menjadi salah satu wilayah yang dekat dengan Jalan Nasional Wates - Purworejo. Sejumlah armada wisata tentunya kerap melintas di wilayah tersebut.

Melirik peluang tersebut, Pemerintah Desa Tawangsari mencoba mengembangkan rintisan desa transit wisata. Salah satunya dengan wisata kuliner lengkap dengan pengembangan rest area.

"Langkah pertama yang dilakukan dengan menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesian (HPI) Kulon Progo," ungkap Kades Tawangsari, Sigit Susetya usai acara pengajian dan pemberian santunan bagi 143 anak yatim piatu dalam rangka peresmian rumah makan di wilayah setempat, Minggu (09/09/2018) malam.

Sigit menilai keberadaan bandara baru di Kecamatan Temon juga bakal menjadi pemantik untuk mengembangkan desa transit wisata. Letak strategis dengan kawasan luas menjadi bagian utama dalam pengembangan rintisan desa transit wisata. 

"Di tempat ini memang kerap dilalui bus-bus besar dari Bandung, Jakarta dan sebagainya. Lokasinya juga luas untuk parkir. Dalam waktu dekat ini juga akan kita bangun toilet umum dan tempat istirahat," sambung Sigit.

Langkah tersebut dibarengi dengan pemberian pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia warga setempat. Melalui Anggaran Belanja dan Pendapatan Desa (APBDes), Pemdes Tawangsari telah menggelar sejumlah pelatihan bagi warga, diantaranya pelatihan memasak menu tradisional khas Kulon Progo dan pelatihan membatik sebagai cinderamata.

Tak dipungkiri oleh Sigit bahwa peralihan bagi warga Tawangsari yang 80 % bermatapencaharian sebagai petani untuk beralih terjun ke dunia kuliner memang tak mudah. Meski begitu, ia optimis rintisan desa transit wisata mampu meningkatkan taraf perekonomian warga setempat.

"Yang belum kita punya adalah Pokdarwis [kelompok sadar wisata]. Dengan adanya pokdarwis tentunya semuanya akan lebih mudah disusun. Pemdes hanya akan mendorong, biar warga yang mengelola," jelas Sigit.

Langkah Pemdes Tawangsari tak sampai di situ saja. Rintisan desa transit wisata rencananya bakal diselaraskan dengan wisata holtikultura berupa kebun buah kelengkeng yang telah lebih dulu dikembangkan. Dalam waktu dekat ini, pihaknya bakal menanam kembali sekitar 2.000 bibit pohon kelengkeng.

"Tentunya wisata holtikultura kebun buah kelengkeng menjadi daya tarik. Akan kami kemas sebagai paket wisata," pungkas Sigit.