Penjual Bakso Tusuk dan Tukang Tower Internet Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Penjual Bakso Tusuk dan Tukang Tower Internet Dicokok Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Satreskrim Polres Kulon Progo berhasil mengamankan dua orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas). Kedua orang pelaku asal Mantrijeron, Yogyakarta tersebut beraksi pada Kamis (12/07) dini hari lalu di wilayah Pedukuhan Kenteng, Demangrejo, Kecamatan Sentolo.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan oleh anggotanya pada Sabtu (01/09/2018) kemarin di wilayah Ngebel, Bantul. Kedua pelaku yakni RAK (24), seorang pekerja pemasangan tower internet dan ABH (22), seorang pedagang bakso tusuk di kawasan Gamping, Sleman.

Sebelumnya, RAK sempat ditahan di Polres Sleman pada tahun 2012 lalu. Ia terjerat kasus pemakaian shabu-shabu dan harus ditahan selama 2 tahun 2 bulan.

"Kedua pelaku merampas tas berisi uang sebesar Rp 700 ribu milik korban atas nama Sudinem (48), warga Bumirejo, Kecamatan Lendah ketika hendak berangkat ke Pasar Wates. Pelaku juga sempat membacok tangan kanan korban dengan clurit," ungkap Anggara ketika menghadirkan pelaku dan menunjukkan barang bukti kepada jurnalis di Mapolres Kulon Progo, Senin (10/09/2018).

Anggara menyebutkan, penangkapan kedua pelaku bermula dari pengembangan penyelidikan polisi berdasarkan keterangan korban. Sejumlah ciri-ciri menjadi bekal hingga mengerucut mengarah kepada kedua pelaku. 

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio dengan nopol AB 3545 CA, dua bilah senjata tajam berupa clurit dan parang, dua unit telepon genggam, sebuah helm serta sebuah jaket. Seluruh barang bukti yang disita merupakan barang-barang yang digunakan kedua pelaku untuk beraksi.

"Menurut pengakuan kedua pelaku, uang hasil rampasan digunakan untuk keperluan sehari. Mereka berdua mengaku baru pertama kali melakukan aksinya," sambung Anggara.

Meski begitu, polisi menduga bahwa aksi kali ini telah dipersiapkan sebelumnya oleh kedua pelaku. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini, bersamaan dengan proses pemberkasan perkara yang terus berjalan.

Salah seorang pelaku, ABH mengaku nekat melakukan aksi perampasan lantaran hasil berjualan bakso tusuk tak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika beraksi, ia berperan sebagai pemetik serta sempat mengayunkan clurit hingga melukai tangan korban. Akibat perbuatannya, kedua pelaku bakal diancam hukuman sesuai Pasal 365 Ayat 1 KUHP tentang Curat dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara.