Tabrak Polisi Hingga Tewas, Sopir Truk dan Kernetnya Ngandang
Peristiwa

Tabrak Polisi Hingga Tewas, Sopir Truk dan Kernetnya Ngandang

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Duet sopir truk, TWN, asal Semarang, Jawa Tengah dan WM, warga Tulang Bawang, Lampung kini diamankan oleh Kepolisian Resor Kulon Progo. Keduanya dicokok lantaran terlibat dalam kecelakaan tabrak lari yang mengakibatkan tewasnya Aipda Supandoyo (41), warga Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo pada Jumat (07/09) lalu.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Goa Kiskendo, Kecamatan Girimulyo. Ketika itu, Aipda Supandoyo hendak pergi bertugas ke Mapolres Kulon Progo. Aipda Supandoyo kala itu mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol AB 6961 YC.

"Ketika itu korban hendak berangkat ke kantor. Sampai di lokasi kejadian, muncul kendaraan dari arah berlawanan yang melewati marka, kemudian terjadilah tabrakan hingga mengakibatkan anggota kami meninggal karena terlindas," ungkap Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution di Mapolres Kulon Progo, Jumat (14/09/2018).

Awalnya, kendaraan yang menabrak anggota Polres Kulon Progo tersebut tak diketahui identitasnya. Namun kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dengan membentuk tim gabungan. Tim tersebut terdiri dari Satlantas, Satreskrim, Sat Intel dan Inafis Polda DIY. 

"Kemudian tim gabungan saya minta untuk melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di beberapa lokasi dan hasil olah TKP," kata Anggara.

Pengembangan dilakukan oleh petugas hingga ke luar wilayah Kulon Progo, mulai dari Purworejo, Muntilan, Sleman, Bantul, Wonosobo, Kendal dan Grobogan. Akhirnya kendaraan penabrak anggota polisi tersebut berhasil ditemukan di wilayah Grobogan. Truk dengan nopol AA 1544 TF diketahui milik Abdur Rohman, warga Grobogan, Jawa Tengah.

"Berdasarkan keterangan pelaku, ketika kejadian truk tersebut baru saja mengantar helm dari Jakarta ke wilayah Bendungan, Kecamatan Wates. Hendak pulang ke Semarang, namun salah jalan ke arah Girimulyo,” sambung Anggara.

Kepada jurnalis, TWN mengaku nekat melarikan diri lantaran merasa takut setelah mengetahui korbannya meninggal.

Saya sempat berhenti di jalan memberitahu kendaraan yang melintas bahwa ada kecelakaan. Setelah itu melanjutkan perjalanan dan bertukar posisi jadi kernet, truk lalu dikemudikan WM,” jelas dia.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran melanggar Pasal 312 atau 310 Ayat 4 Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara atau pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.