Berdiri di Atas Lahan Rawan Bencana, Ini Kesiapan NYIA
Pemerintahan

Berdiri di Atas Lahan Rawan Bencana, Ini Kesiapan NYIA

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Pembangunan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon sempat menuai kecaman lantaran dibangun di atas lahan rawan bencana gempa bumi dan tsunami.

Meski begitu, PT Angkasa Pura I selaku pemrakarsa proyek pembangunan menjamin bahwa bandara baru di atas lahan seluas 582 hektar aman dari kedua bencana alam tersebut.

Manajer Proyek Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Taochid Purnomo Hadi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur seluruh bangunan fisik bandara telah melalui proses perhitungan untuk mengantisipasi kedua bencana alam tersebut. Seluruh bangunan bakal dirancang untuk mampu menahan guncangan gempa dengan kekuatan maksimal hingga 8,8 Skala Richter.

"Untuk hal ini kami sudah melakukan studi ke Jepang. Kami juga mendatangkan ahli dari sana. Akan ada bangunan khusus (sacrifiece coloumn) yang dikorbankan ketika gempa bumi dan tsunami terjadi. Sehingga penumpang dan komunitas bandara bisa aman," ungkap Taochid, Kamis (20/09/2018).

Sebagai langkah mitigasi gempa bumi dan tsunami, terminal lantai dua akan digunakan sebagai tempat evakuasi penumpang dan komunitas bandara. Berdasarkan rekomendasi para ahli, terminal tersebut bakal dibangun dengan ketinggian minimal 6 meter. 

NYIA juga bakal dilengkapi dengan bangunan Crisis Center. Bangunan tersebut didesain mampu membuka seluruh pintu yang ada ketika bencana terjadi. Bangunan seluas 4.000 meter persegi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat evakuasi waga di sekitar bandara ketika bencana terjadi.

"Bangunan Crisis Center tersebut bisa menampung sekitar 1.000 warga di sekitar bandara. Insyaallah bandara baru aman karena semua sudah diperhitungkan oleh para ahli," sambung Taochid.

Dijelaskan lebih jauh oleh Taochid, wilayah di sisi selatan NYIA haruslah kosong dari segala jenis aktifitas dan bangunan apapun milik masyarakat. Pasalnya, wilayah tersebut harus diberi pelindung alami.

General Manager PT. Pembangunan Perumahan, selaku rekanan dalam pembangunan NYIA, Andex Prabowo menyebut bahwa pelindung yang direkomendasikan para ahli adalah cukup dengan menanam pohon cemara udang di selatan bandara dan tidak perlu membangun barrier buatan. Selain mempertimbangkan pos anggaran yang dikeluarkan, pelindung alami dinilai lebih ramah lingkungan.