Sendratari Sugriwo Subali Warnai Pembukaan Menoreh Art Festival
Budaya

Sendratari Sugriwo Subali Warnai Pembukaan Menoreh Art Festival

Girimulyo,(kulonprogo.sorot.co)--Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menggelar pementasan Sendratari Sugriwo Subali, Kamis (20/09/2018) malam. Namun, pementasan kali ini tak digelar di pelataran kompleks Goa Kiskendo di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo seperti biasanya.

Pementasan dihelat di Bendung Kayangan, Pedukuhan Kepek, Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo. Dengan sajian baru berupa penambahan topeng pada setiap penari, pementasa tersebut sukses menarik antusias ratusan warga dan tamu undangan untuk menyaksikan sendratari.

"Sendratari ini sebagai pembukaan kegiatan menyambut HUT ke-67 Kulon Progo. Kami kemas dalam acara Menoreh Art Festival 2018 selama sebulan penuh dan terpusat di Alun-alun Wates," ungkap Kepala Disbud Kulon Progo, Untung Waluyo, Kamis malam.

Penggunaan topeng dalam pementasan, kata Untung, untuk memberikan ciri khas dan identitas Sendratari Sugriwo Subali dengan sejumlah sendratari dari daerah lain. Seperti halnya Sendratari Rama Shinta di Candi Prambanan, Sleman. 

Untung mengatakan, dipilihnya Bendung Kayangan sebagai lokasi pagelaran lantaran tak lepas dari latar cerita sendratari itu sendiri. Selain Goa Kiskendo, Bendung Kayangan juga merupakan salah satu tempat yang berkaitan dan dipercaya oleh masyarakat memiliki keterikatan spiritual.

Selain sendratari yang dihelat malam tadi, Untung mengungkapkan bahwa dilaksanakannya Menoreh Art Festival 2018 tersebut ditujukan untuk mengapresiasi seluruh kegiatan seni dan kebudayaan. Hal tersebut menurutnya tak terbatas pada seni pertunjukan semata.

"Akan ada banyak sekali kegiatan pada Menoreh Art Festival 2018. Semuanya berupa aktivitas dan kegiatan kebudayaan mencakup semua aspek," sambung dia.

"Temanya Gelora Gunung Samudra, karena memang kita akan angkat potensi yang ada dari seluruh penjuru Kulon Progo. Baik itu dari pesisir hingga pebukitan," kata dia.

Dalam sambutannya Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Disbud Kulon Progo dalam menyambut HUT ke-67 Kulon Progo. Menurutnya, kegiatan seperti ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya.

"Saya harap masyarakat kemudian bisa sadar betapa indahnya seni kebudayaan warisan leluhur bila bisa terus dipertahankan hingga anak cucu," kata dia.