Normalisasi Anak Sungai Serang Dinilai Belum Sentuh Wilayah Rawan Banjir
Peristiwa

Normalisasi Anak Sungai Serang Dinilai Belum Sentuh Wilayah Rawan Banjir

Panjatan,(kulonprogo.sorot.co)--Upaya normalisasi anak Sungai Serang mulai dari Sungai Heizero dan Sungai Sen dinilai belum menyentuh titik rawan banjir di sejumlah desa rawan banjir. Pasalnya, proyek normalisasi anak Sungai Serang tersebut hanya dilakukan mulai dari Simpang Empat Nagung, Kecamatan Wates hingga Jembatan Ngremang, Bugel, Kecamatan Panjatan.

Kasi Pembangunan Desa Bugel, Edi Sutrisno mengungkapkan bahwa harusnya proyek normalisasi anak Sengai Serang tersebut diprioritaskan untuk anak Sungai Serang di Bugel, Depok, Kanoman, Pleret, Garongan, Bojong dan Tayuban. Apabila ketujuh wilayah tersebut tak diprioritaskan, maka banjir seperti tahun lalu diprediksi masih bakal terjadi.

"Normalisasi sungai yang saat ini sedang dikerjakan hanya akan memperlancar arus air sungai dari wilayah Desa Giripeni, Sanggarahan dan Desa Bendungan. Dengan begitu, di daerah bawah atau sungai yang ada di Desa Bugel dan sekitarnya jika tidak segera dikerjakan maka wilayah Desa Krembangan dan Cerme akan kembali kebanjiran," ungkap Edi, Minggu (23/09/2018).

Menurut Edi, upaya pencegahan banjir di dataran rendah Kulon Progo, meliputi Wates, Panjatan, Galur dan Lendah harusnya dimulai dari wilayah bawah atau Pulo Pete yang terletak di muara Sungai Progo. Namun, lantaran normalisasi sudah terlanjur dimulai di wilayah atas (sekitaran Simpang Empat Nagung), maka ia menyarankan kepada rekanan untuk menurunkan alat berat sebelum musim penghujan tiba. Alat berat diharapkan mampu mengangkat sedimentasi lumpur di sepanjang anak Sungai Serang. 

"Pengangkatan sedimentasi juga akan mengangkat material bekas pondasi Jembatan Ngremang. Karena sedimentasi sudah setinggi sawah," kata dia.

Ia berharap, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dan rekanan pihak ketiga bisa mendengar dan menanggapi aspirasi masyarakat terkait normalisasi anak Sungai Serang. Langkah cepat rekanan sangat diperlukan mengingat alur sungai yang justru pada titik lokasi banjir belum ditangani. Sementara yang ditangani secara langsung saat ini justru wilayah-wilayah yang sebenarnya bukan merupakan wilayah banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Ariadi mengungkapkan bahwa pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Menurutnya, sejumlah masukan yang disampaikan oleh warga bakal menjadi acuan langkah tindak lanjut kedepan.