Pembukaan Nithik Canting, Ratusan Pembatik Torehkan Malam di Seribu Meter Kain
Budaya

Pembukaan Nithik Canting, Ratusan Pembatik Torehkan Malam di Seribu Meter Kain

Lendah,(kulonprogo.sorot.co)--Ratusan wanita di wilayah Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah dan sekitarnya duduk berjajar di salah satu ruas jalan pedukuhan setempat, Sabtu (06/10/2018) siang. Mereka tengah fokus menorehkan malam (bahan membuat motif batik) pada lembaran kain putih dengan panjang sekitar 1.000 meter.

Mereka adalah para pembatik di Gulurejo yang menjadi sentra kerajinan batik Kulon Progo. Kali ini, sekitar 500-an pembatik tersebut sengaja membatik di kain sepanjang 1.000 meter sebagai simbolis pembukan pendopo Nithik Canthing.

Pendopo tersebut nantinya bakal dijadikan sebagai tempat memajang seluruh hasil produksi batik dari sejumlah produsen batik di Kulon Progo.

Dalam acara kali ini, artis ibukota, Baim Wong juga turut hadir dalam pembukaan. Nampak pula Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo dan Sutedjo.

Dalam sambutannya, Ratu Keraton Yogyakarta ini berharap peresmian Pendopo Nithik Canthing bisa menjadi pemacu untuk meningkatkan kualitas produksi batik. Pasalnya, Yogyakarta yang telah dua kali menyabet penghargaan sebagai Kota Batik dari Dewan Kerajinan Dunia atau World Craft Council (WCC) tak ingin kehilangan gelar tersebut di tahun ketiga.

"Sebentar lagi WCC akan kembali melakukan penilaian. Hal itu harus didukung oleh kabupaten dan kota di DIY. Jangan sampai gelar Kota Batik jatuh ke negara lain atau kota lain," ungkap Hemas, Sabtu (06/10/2018).

Menurutnya, penyerahan gelar Kota Batik kepada Yogyakarta selama dua tahun berturut-turut bukan tanpa alasan. Hemas menegaskan bahwa keberadaan batik di Yogyakarta sarat dengan sejarah. Pasalnya, filosofi batik diambil dari kehidupan manusia sejak lahir hingga meninggal. 

"Saya sudah sampaikan itu. Bahkan saya sampaikan kepada WCC bahwa batik juga dikenakan oleh siswa dan semua pegawai," kata dia.

Wakil Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Kulon Progo, Umbuk Haryanto mengungkapkan bahwa dengan diresmikannya Pendopo Nithik Canthing tersebut diharapkan wilayah Gulurejo bisa dijadikan sebagai sentra wisata batik di Kulon Progo. Aksi seribu canthing yang dilaksanakan dalam peresmian pendopo tersebut juga menjadi salah satu cara untuk menarik wisatawan.

"Setelah dimalam siang ini. Tetap akan kita lanjutkan dengan proses pewarnaan. Setelah jadi akan kita pajang di pendopo," kata dia.

Di Kulon Progo, lanjut Umbuk, saat ini ada sekitar 3.000 orang yang menggantungkan hidupnya dari kerajinan batik. Jumlah tersebut dikatakan olehnya bisa saja bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah pesanan dan makin banyaknya motif batik Kulon Progo yang bersumber dari batik Geblek Renteng.