Copet Tewas Usai Ditangkap, Jasadnya Ada Bekas Luka Benda Tumpul
Peristiwa

Copet Tewas Usai Ditangkap, Jasadnya Ada Bekas Luka Benda Tumpul

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Kepolisian Resor Kulon Progo berhasil mengamankan B alias W (40), warga Kecamatan Wates pada Jumat (05/10) lalu. Ia merupakan pelaku pencopetan yang membuat resah sejumlah pengunjung Manunggal Fair 2018 di Lapangan Pengasih, Kecamatan Pengasih beberapa waktu lalu.

Selain melakukan aksi pencopetan, ia juga tercatat sebagai residivis lantaran terjerat empat kasus pencurian di wilayah Polsek Galur, Polsek Wates dan dua kasus yang ditangani Polres Kulon Progo.

Namun, usai ditangkap oleh jajaran Resmob Polres Kulon Progo, tersangka justru dinyatakan meninggal di RS Bhayangkara Polda DIY pada Sabtu (06/10) kemarin. Dari jasad tersangka, ditemukan sejumlah bekas luka benda tumpul.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa tersangka mulai mengeluhkan sakit pada Sabtu pagi sekitar 08.00 WIB ketika berada di ruang tahanan Polres Kulon Progo.

Ketika itu, residivis yang sudah empat kali keluar masuk penjara tersebut sempat diperiksa dan diberi obat oleh Tim Kesehatan Polres Kulon Progo.

"Kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara. Pada pukul 17.10 WIB, tersangka dinyatakan meninggal di rumah sakit. Ada sejumlah luka bekas benda tumpul di tubuh tersangka. Kemudian jasad tersangka sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan pada Minggu (07/10) kemarin," ungkap Anggara, Senin (08/10/2018).

Setelah pelaku pencopetan tersebut meninggal, Anggara kemudian segera melakukan pemeriksaan terhadap enam orang anggotanya. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana anggotanya melakukan proses penangkapan terhadap pelaku. Pasalnya, ketika hendak diamankan, pelaku sempat mencoba melawan dan melarikan diri. 

"Ketika penangkapan sempat ada aksi kejar-kejaran. Jarang ada residivis mau menyerahkan diri. Jadi saya periksa 6 anggota untuk mengetahui bagaimana mereka menangkapnya," sambung Anggara.

Saat ini, lanjut Anggara, ia masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap keenam anggotanya. Tak menutup kemungkinan, keenam anggota tersebut bakal ditindak sesuai dengan disiplin kepolisian apabila upaya penangkapan paksa dilakukan secara berlebihan.