Diduga Kelaparan, Seekor Kijang Masuk Permukiman Warga
Peristiwa

Diduga Kelaparan, Seekor Kijang Masuk Permukiman Warga

Girimulyo,(kulonprogo.sorot.co)--Seekor kijang tiba-tiba muncul di wilayah permukiman warga, tepatnya di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo. Satwa liar dilindungi tersebut kini telah ditangkap warga pada Rabu (10/10/2018).

Kemunculan satwa dari marga Mantiacus tersebut diduga lantaran habisnya sumber makanan di habitat aslinya imbas dari kemarau panjang. Alhasil, binatang ini mencari makanan hingga daerah permukiman warga.

Penangkapan hewan itu sendiri dilakukan oleh warga Pedukuhan Nogosari, Purwosari, Supriyanto (50) bersama sejumlah warga lainnya. Ketika itu, ia tengah mengantarkan anaknya berangkat sekolah sekitar pukul 06.30 WIB dengan sepeda motor.

Secara tiba-tiba, kijang itu muncul dari arah pepohonan dan melompat ke tengah jalan di halaman Balai Desa Pendoworejo yang berbatasan dengan wilayah Purwosari hingga hampir ditabrak oleh Supriyanto. Beruntung, ia bisa mengerem laju kendaraannya sehingga kijang tersebut bisa selamat.

"Kijang itu langsung melompat ke jalan dan kembali ke halaman balai desa. Karena dekat dengan permukiman dan lingkungan anak-anak sekolah, maka saya dan seorang warga berusaha menangkap dan kijang itu terpojok di belakang mushola sekolah," ungkap Supriyanto.

Supriyanto mengatakan bahwa penangkapan kijamg tersebut tak berlangsung mudah. Pasalnya, karakter satwa langka yang lincah dan liar menjadi kendala dalam upaya penangkapan. 

Setelah berhasil ditangkap, warga kemudian melaporkan penangkapan kijang tersebut kepada petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Girimulyo. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kijang tersebut berkelamin jantan dan sudah berusia dewasa terlihat dari sudah tumbuhnya dua tanduk di kepala.

"Kalau warga di sekitar sini sudah sering lihat kijang dan spesies sejenisnya. Karena ada beberapa goa kecil yang kemungkinan jadi tempat bersemnmbunyinya hewan tersebut. Untuk sementara ini, kijangnya akan saya rawat di sini," katanya.

Dokter hewan Puskeswan Girimulyo, Yuriyati mengaku belum bisa memastikan usia pasti satwa tangkapan warga tersebut. Pasalnya, ketika diperiksa, hewan tersebut tengah mengalami stress dan mengalami luka pada bagian punggung.

"Karena hewan liar, saya ragu memberikan terlalu banyak terapi. Warga juga sudah diimbau untuk terus menyedikan minum dan makan secukupnya serta mengurangi jumlah warga yang mendekat agar kijang tersebut tidak stress," kata dia.

Saat ini pihak Puskeswan juga sudah berkoordinasi dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atas temuan satwa liar tersebut. Pihak BKSDA diharapkan untuk bisa segera melakukan langkah tindak lanjut seperti evakuasi lantaran pihak yang berkompeten.