Pemuda Buruh Nyambi Edarkan Pil Sapi Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Pemuda Buruh Nyambi Edarkan Pil Sapi Dibekuk Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Satuan Reserse Narkoba Polres Kulon Progo berhasil mencokok seorang buruh bangunan berinisial MA (20), warga Srandakan, Bantul. Ia ditangkap lantaran mengedarkan obat daftar G berjenis Yarindo atau yang lebih dikenal dengan pil sapi.

Waka Polres Kulon Progo, Kompol Dedi Suryadharma mengungkapkan bahwa penangkapan MA berawal saat anggotanya mendapatkan informasi tentang peredaran pil Yarindo di wilayah Kecamatan Wates. Informasi tersebut diketahui setelah petugas menangkap TM, saksi yang baru saja membeli obat terlarang tersebut dari MA.

"Dari tangan saksi kami menyita 5 butir pil Yarindo. Kemudian kami lakukan pengejaran dan penangkapan terhadap MA di wilayah Srandakan, Bantul," ungkap Dedi ketika melaksanakan gelar perkara di Mapolres Kulon Progo, Kamis (11/10/2018).

Setelah mengamankan MA dan melakukan penggeledahan di rumahnya, polisi berhasil mengamankan 128 pil Yarindo siap edar. Mirisnya, sasaran pengedaran pil tersebut ialah pelajar di wilayah Kabupaten Bantul dan Kulon Progo. 

Berdasarkan hasil pemerikaaan MA, barang tersebut ia dapat dari daerah Lumajang, Jawa Timur. Setiap pembelian, ia mendapatkan 1.000 butir pil Yarindo yang kemudian dia jual kembali dengan harga murah. Setiap paket kecil berisi 10 butir pil ia jual murah dengan harga Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu.

"Kasus ini masih kita dalami dan kita kembangkan. Kemungkinan akan ada pelaku lainnya. Penjualan dilakikan pelaku di daerah Bantul, Srandakan dan Wates," sambung Dedi.

Ketika ditanya jurnalis, MA mengungkapkan bahwa selain mengedarkan pil tersebut, ia sendiri juga ikut mengkonsumsi. Menurutnya, setelah mengkonsumsi pil tersebut, dirinya lebih bersemangat dalam beraktivitas.

"Hasilnya untuk membayar kontrakan dan senang-senang. Saya jual kepada konsumen yang butuh. Kalau ada konsumen baru biasanya titip lewat langganan saya," kata dia.

Akibat perbuatannya, MA terancam dijerat dengan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.