Begini Cara Warga Teganing Ucap Syukur Kepada Tuhan
Peristiwa

Begini Cara Warga Teganing Ucap Syukur Kepada Tuhan

Kokap,(kulonprogo.sorot.co)--Pagi itu di sudut Perbukitan Menoreh baru saja diguyur hujan. Bau tanah belum hilang ketika sekitar 200-an warga Pedukuhan Teganing I, Teganing II dan Teganing III di Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap sedang menggelar hajat besar.

Semangat mereka untuk turut dalam upacara adat Saparan Rebo Pungkasan (peringatan hari Rabu terakhir di bulan Sapar penanggalan Jawa) tak pupus meskipun langit masih mendung. Tepat pukul 09.00 pagi, kirab warga dimulai dari Pedukuhan Teganing I. Diiringi gamelan pengiring kesenian jatilan, kirab dilakukan sepanjang sekitar 2 kilometer.

Beragam hasil bumi disulap dalam tujuh gunungan yang kemudian diarak keliling di tiga pedukuhan. Pakaian adat Jawa tak luput dikenakan oleh warga.

Rombongan kirab kemudian menuju Situs Sibatur yang merupakan awal mula syiar agama Islam di wilayah Hargotirto. Di lokasi tersebut, warga menggelar doa bersama untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk satu tahun kedepan.

Kirab berlanjut, menuju halaman rumah salah seorang warga di Pedukuhan Teganing I. Di lokasi ini, doa kembali dipanjatkan oleh para warga. Setelah doa dilakukan, tujuh gunungan yang diarak menjadi sasaran rebutan warga.

Mulai dari anak kecil hingga orang tua tak mau ketinggalan merebut isi gunungan yang terdiri dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Warga percaya, mengambil isi gunungan setelah didoakan bisa membawa berkah tersendiri.

"Saya ikut ambil gunungan tadi. Istilahnya ngalap berkah (mencari berkah). Ini ada sayur-sayuran untuk saya masak nanti," ungkap salah seorang warga Pedukuhan Teganing III, Tri Purwanti (43), Rabu (07/11/2018) siang.

Purwanti mengaku bahwa ia turut dalam acara seperti ini merupakan kali kedua. Seperti yang dipercaya oleh banyak orang, ia juga berharap rejeki dan berkah yang berlimpah setelah berebut isi gunungan dengan ratusan warga lainnya. 

Hal senada diungkapkan oleh Sujarmi (34), warga Pedukuhan Teganing III. Ia rela berdesak-desakan dengan ratusan orang hanya untuk mengambil satu renteng petai dan sebuah manggis.

"Ya memang ngalap berkah. Apapun yang didapat harus disyukuri," kata dia.

Sementara itu Kepala Desa Hargotirto, Sabarno mengungkapkan bahwa upacara adat satu ini memang digelar rutin setiap setahun sekali. Meskipun digelar dengan modal swadaya warga, ia mengatakan bahwa acara seperti ini tetap berlangsung meriah.

"Ini memang acara rutin di Teganing saat hari Rabu terakhir di bulan Sapar. Tujuannya untuk mengucap syukur dan memohon doa keselamatan," kata dia.

Gunungan hasil bumi yang diarak, kata dia, merupakan hasil unggulan wilayah Teganing, diantaranya adalah durian, manggis, petai dan jengkol. Seluruh komoditi tersebut merupakan hasil budidaya warga setempat memanfaatkan tanah pekarangan.

"Teganing ini fokusnya durian dan manggis. Maka dari itu kita tampilkan diacara ini agar masyarakat luas tahu bahwa Teganing memiliki durian dan manggis yang unggul," kata dia.

Camat Kokap, Warsidi mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh warga Teganing. Menurutnya, upacara adat seperti ini harus dilestarikan karena merupakan identitas masyarakat suatu wilayah.

"Maka dari itu kami dari pihak kecamatan selalu melakukan pendampingan dan turun langsung ketika masyarakat di daerah kami mengadakan acara kebudayaan seperti ini," kata dia.