Modal Nikah Anak Dipakai Judi di Pos SAR, Bapak Asal Kokap Dibekuk Bareng Dua Temannya
Hukum & Kriminal

Modal Nikah Anak Dipakai Judi di Pos SAR, Bapak Asal Kokap Dibekuk Bareng Dua Temannya

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Apes betul nasib yang dialami oleh Srd (44), warga Hargowilis, Kecamatan Kokap. Ketika hari bahagia pernikahan anak gadisnya, ia justru harus mendekam di balik jeruji besi bersama kedua orang kawannya yakni Stn (43), warga Sendangsari, Kecamatan Pengasih dan Dwy (25) warga Pedukuhan Sermo Tengah, Hargowilis, Kecamatan Kokap.

Ketiganya diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Kulon Progo pada Rabu (31/10/2018) lalu sekitar pukul 16.15 WIB. Ketiganya dicokok lantaran kedapatan tengah asyik bermain judi kartu remi di Pos SAR Waduk Sermo, Kecamatan Kokap.

Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, Ajun Komisaris Polisi Ngadi mengungkapkan, penangkapan ketiganya bermula dari laporan warga yang mengetahui adanya aktivitas perjudian. Dari penggrebegan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu set kartu remi, satu lembar tikar dan uang tunai sebesar Rp 688 ribu.

"Ketiganya merupakan swasta, tapi juga sering beraktivitas sebagai relawan SAR. Penangkapan ini berdasarkan laporan warga," ungkap Ngadi ketika melaksanakan gelar perkara di Mapolres Kulon Progo, Jumat (09/11/2018).

Sementara itu, Srd yang berprofesi sebagai tukang ojek dan merupakan residivis kasus perjudian mengaku bahwa ketika penangkapan, dirinya hendak pergi untuk membeli sejumlah keperluan pernikahan putrinya. 

Namun ketika berhenti di lokasi penangkapan, ia pun tergiur untuk ikut bermain. Ia pun nekat menggunakan uang yang semula akan digunakan untuk membeli keperluan pernikahan sebagai taruhan.

Buntut dari kelakuan Srd, ia justru tak bisa menyaksikan pernikahan putrinya. Ia hanya bisa membubuhkan tanda tangan kepada wakil wali dan tetap harus mendekam di dalam penjara. Hingga saat ini pun, ia mengaku belum pernah dijenguk oleh keluarganya.

"Pernikahannya tanggal 5 November kemarin. Rasanya sedih juga nggak bisa menyaksikan, malah di sini. Hanya tanda tangan saja kemudian walinya diwakilkan," beber Srd.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku bakal dijerat dengan Pasal 303 KUHP sub 303 bis KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.