DLH Minta PLN Sosialiasikan Pembangunan Gardu Induk ke Warga Terdampak
Peristiwa

DLH Minta PLN Sosialiasikan Pembangunan Gardu Induk ke Warga Terdampak

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo meminta pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera memberikan sosialisasi bagi warga terdampak pembangunan gardu induk listrik di wilayah Pedukuhan Bulak, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo. Usulan tersebut diungkapkan menyusul keberatan warga sekitar lokasi pembangunan beberapa waktu lalu.

Kepala DLH Kulon Progo, Arif Prastowo berharap agar sosialisasi segera dilakukan setelah klarifikasi UKL/ UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Pasalnya, sejauh ini sosialisasi baru diberikan kepada para pemilik lahan dan perangkat desa. Buntutnya, ketika dalam pemeriksaan dokumen, warga di sekitar lokasi justru bingung dan tidak tahu dengan informasi terkait pembangunan.

Warga disana belum mendapat sosialisasi, kita minta PLN sosialisasi kepada warga di pedukuhan situ. Sekarang PLN harus sosialisasi dulu, baru nanti lanjut pemeriksaan (UKL/UPL) lagi, ungkap Arif, Jumat (09/11).

Arif menilai, semestinya sosialisai diberikan sejak awal. Pasalnya, sosialisasi tak berkaitan dengan proses perizinan. Adapun detail sosialisi yang harus disampaikan semestinya berkaitam dengan proses pembangunan gardu induk. Termasuk kemungkinan adanya debu dan dampak dari proses pembangunan. 

"Termasuk potensi kerusakan jalan, ataupun tersendatnya arus lalu lintas di depan SD Asem Cilik. Harus dipertimbangkan juga imbas radiasinya. Jadi harus menampung aspirasi semua pihak," sambung dia.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulon Progo, Agung Kurniawan mengatakan karena pengadaan lahan untuk kepentingan umum harus tunduk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Tahapan yang harus ditempuh di antaranya identifikasi, sosialiasi dan juga penaksiran harga yang melibatkan tim appraisal independent.

Sekarang prosesnya dalam perijinan UKL/UPL dan ditindaklanjuti sosialisasi kepada warga sekitar,” terangnya.

Diakui oleh Agung, warga di Bulak, Tuksono sempat mengajukan keberatan kepada bupati. Namun lebih pada permasalahan teknis karena belum ada sosialisasi kepada warga.

Sosialisasi wajib dilakukan dan masyarakat harus diberikan edukasi,” terangnya.