Kisruh Pengisian Perangkat Desa, Puluhan Warga Wadul ke Dewan
Peristiwa

Kisruh Pengisian Perangkat Desa, Puluhan Warga Wadul ke Dewan

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah warga Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo, Rabu (05/12/2018). Mereka datang untuk wadul lantaran menduga terjadi kecurangan dalam pelaksanaan seleksi perangkat desa setempat.

Dalam audiensi tersebut, warga disambut langsung oleh Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati. Dalam audiensi tersebut, Akhid menilai bahwa audit dari pihak kecamatan diperlukan dalam penyelesaian masalah ini.

"Masalah ini sebenarnya menjadi tanggung jawab Pak Camat, jadi kami minta agar beliau untuk melakukan audit seluruh tahapan seleksi," ungkap Akhid.

Akhid menilai, hasil audit akan menentukan keputusan camat untuk memberi rekomendasi persetujuan kepada pemerintah desa agar perangkat desa terpilih bisa dilantik atau tidak. Apabila hasil audit tak menemukan kejanggalan, maka perangkat desa yang bersangkutan berhak dilantik. 

Pun begitu sebaliknya, bila hasil audit ditemukan sejumlah kejanggalan, maka camat akan memberikan rekomendasi agar perangkat desa terkait tak dilantik.

Dalam audiensi tersebut, warga menyampaikan sejumlah aduan yang kemudian berujung pada protes agar perangkat desa yang bersangkutan tak dilantik. Diantaranya tentang tata tertib dari panitia yang dinilai peserta penolak tidak rinci sehingga menimbulkan kejanggalan.

"Salah satunya soal flashdisk berisi kunci jawaban yang tidak disimpan satu tempat dengan hardfile kunci jawaban. Selain itu prosesi penandatanganan berita acara yang dilakukan sebelum tes selesai. Hal itu yang dinilai janggal," sambung Akhid.

Pihaknya, kata Akhid, juga membuat catatan khusus terkait alasan pemilihan pihak ketiga yang dipercayakan membuat soal ujian oleh panitia yang belum ada kejelasan. Menurut Akhid, berdasarkan azas kelaziman dalam pembuatan soal ujian perangkat desa haruslah dari lembaga yang kredibel dan independen.

"Untuk pelaksanaan pengisian perangkat desa Pendoworejo ini pihak ketiganya IPPMI, kami tidak tahu itu lembaga dari mana dan kredibilitasnya seperti apa. Kalau biasanya dari APMD atau UGM," ujarnya.

Sementara itu Camat Girimulyo, Purwono menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh tahapan seleksi perangkat desa tersebut. Koreksi tersebut dilakukan setelah dirinya mendapatkan permohonan rekomendasi dari Kepala Desa Pendoworejo.

"Saya kemudian melakukan pengecekan terlebih dulu, diantaranya adalah mengakomodir atau berusaha mengetahui secara persis pelaksanaan ujian. Tapi setelah ada protes akan kita audit ulang semuanya," ujarnya.

Sebagai informasi, Pemdes Pendoworejo membuka lowongan perangkat desa untuk mengisi tiga posisi yakni Kasi Pemerintahan, Dukuh Balak dan Dukuh Kluwih. Tahap dimulai dengan pendaftaran dibuka pada 13 - 29 Oktober 2018.

Selanjutnya pada 29 Oktober sampai 26 November dilakukan tahapan perpanjangan waktu jika adanya pengaduan. Setelah itu, barulah pada 27 November dilakukan ujian dan langsung diumumkan hasilnya. Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari 23 calon Kasi Pemerintahan, 6 calon Dukuh Balak dan 9 calon Dukuh Kluwih mengikuti tes.