Komoditi Durian Menoreh Muncul Lagi, Ini Langkah Desa Dorong Produksi
Ekonomi

Komoditi Durian Menoreh Muncul Lagi, Ini Langkah Desa Dorong Produksi

Kalibawang,(kulonprogo.sorot.co)--Komoditi Durian Menoreh yang dihasilkan di wilayah Kecamatan Kalibawang memang sempat lesu sejak dua tahun lalu. Terdapat dua jenis Durian Menoreh yang dibudidayakan di wilayah tersebut yakni Menoreh Jingga dan Menoreh Putih.

Sebagai upaya mempromosikan komoditas Durian Menoreh, pengelola Desa Wisata Banjaroya, Kecamatan Kalibawang didukung pemerintah desa setempat dan Dinas Pariwisata DIY mengadakan sejumlah acara di kawasan Waduk Mini Tonegoro.

Acara perdana dihelat pada Minggu (29/12) kemarin, dikemas dengan nama Pasar yang Dirindukan.

"Desa kami lebih dikenal dengan duriannya. Jadi dengan acara ini kami mau mempromosikan durian yang ada. Namun tidak hanya buah saja, tetapi juga olahan kuliner dari durian," ungkap Ketua Desa Wisata Banjaroya, Rokhmadu Inuhayi, Senin (31/12/2018).

Berkonsep pasar rakyat, ratusan buah durian varietas Menoreh khas desa tersebut disajikan dalam acara yang sedianya bakal dihelat rutin setiap hari Minggu itu. Belasan UMKM dari warga sekitar juga turut berpartisipasi. Para pelaku usaha ini menawarkan olahan kuliner dari buah durian, di antaranya keripik bungan durian dan dodol durian. 

Apabila hasil panen durian memuaskan, lanjut Rokhmadu, pihaknya juga bakal menggelar festival durian yang sempat hilang selama dua tahun. Hilangnya festival durian selama dua tahun tersebut terjadi lantaran panenan yang kurang bagus dan jumlahnya sedikit.

Kepala Desa Banjaroya, Anton Supriyono mengatakan, durian memang menjadi komoditas unggulan di desanya. Setidaknya terdapat 3.000-an pohon durian yang ditanam di lahan seluas 20 hektar di wilayah desa setempat. Setiap warga juga memiliki pohon durian sendiri meski jumlahnya tidak banyak.

"Kondis tanah kami (Desa Banjaroya) memang cocok ditanami durian khususnya yang khas menoreh kuning. Belum tentu pohon asli menoreh kuning itu bisa ditanam di tempat lain. Maka dari itu adanya komoditas ini kami manfaatkan sebaik mungkin sebagai potensi wisata," jelasnya.