Pekerja Proyek Fisik Kulon Progo Potensial Masuk DPTb
Politik

Pekerja Proyek Fisik Kulon Progo Potensial Masuk DPTb

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo bakal melakukan pendataan terhadap ribuan pekerja proyek fisik di Kulon Progo, khususnya yang berasal dari luar Kulon Progo. Pasalnya, mereka berpotensi dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pemilu 2019.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kulon Progo, Yayan Mulyana. Pihak KPU Kulon Progo bakal melakukan pendataan tersebut secara mendetail meliputi masa kerja para pekerja proyek tersebut.

"Kalau mereka memang terbukti masih bekerja pada proyek fisik di Kulon Progo hingga masa pelaksanaan Pemilu 2019, maka mereka bisa mengisi form A5," ungkap Yayan, Kamis (03/01/2019).

Pendataan tersebut, lanjut Yayan, bakal dikoordinasikan lebih lanjut bersama dengan sejumlah pihak pemrakarsa pembangunan ataupun pelaksana proyek. KPU Kulon Progo bakal meminta data rinci para pekerja di proyek tersebut untuk menyusun data valid DPTb. 

"Kami harus detail untuk pendataan karena tidak semua pekerja masih bekerja di proyek itu terhitung April 2019. Perkiraan kami, ada sejumlah pekerja yang hanya bekerja pada proyek dalam beberapa waktu saja. Selanjutnya digantikan oleh pekerja lainnya. Ataupun mereka akan pulang ke daerah asal untuk memberikan suaranya," sambung Yayan.

Ia menambahkan, data jumlah valid pekerja proyek harus dimiliki oleh KPU Kulon Progo hingga 30 hari sebelum pelaksanaan Pemilu 2019. Pasalnya, data tersebut nantinya juga bakal diteruskan kepada sejumlah pihak di antaranya KPU RI dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sebagai informasi, setidaknya terdapat lima proyek di Kulon Progo yang melibatkan banyak tenaga kerja. Selain proyek bandara NYIA dengan jumlah tenaga kerja mencapai 3.000-an orang, juga ada pembangunan underpass yang juga melibatkan sekitar 150 pekerja dari luar Kulon Progo. Disamping itu masih ada proyek RSUD sekitar 450 pekerja, normalisasi sungai di Panjatan 400 pekerja dan proyek Jogja Techno Park di Nanggulan juga sekitar 500 pekerja.