Penyalahgunaan Obat - obatan di Kalangan Pelajar Meningkat
Hukum & Kriminal

Penyalahgunaan Obat - obatan di Kalangan Pelajar Meningkat

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Penyalahgunaan psikotropika dan obat-obatan berbahaya lainnya di tingkat pelajar menjadi rapor merah bagi dunia pendidikan. Berdasarkan data dari Kepolisian Resor Kulon Progo, jumlah pelajar yang terjerat kasus narkoba semakin meningkat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution. Jumlah pelajar di Kulon Progo yang tersandung kasus narkoba pada tahun 2018 meningkat dua kali lipat bila dibandingkan dengan tahun 2017. Pada tahun 2017, jumlah pelajar yang terlibat kasus narkoba hanya sebanyak 7 orang, sementara pada tahun 2018 bertambah menjadi 15 orang.

Paling banyak adalah penyalahgunaan Yarindo. Itu yang menjadi keprihatinan kami jumlah pelajar yang menjadi pelaku juga ikut meningkat, ungkap Anggara, Jumat (04/01/2019).

Untuk mencegah peningkatan kasus, kata Anggara, pihak Polres Kulon Progo telah melakukan pemetaan titik-titik rawan di Kulon Progo. Titik-titik rawan tersebut bakal diinventarisasi lantaran kerap digunakan sebagai tempat nongkrong dan kumpul-kumpul anak muda. 

Yang sudah kami inventarisasi sementara ini adalah Taman Binangun dan seputar lapangan Cangkring. Kalau potensi ini dibiarkan, bisa menjadi tempat penyalahgunaan narkoba, sambung Anggara.

Catatan kepolisian, jumlah kasus yang ditangani jajaran Sat Resnarkoba Polres Kulon Progo pada tahun 2017 sebanyak 40 kasus terdiri dari 11 kasus psikotropika, 9 kasus narkotika dan 20 kasus obat-obatan bebahaya. Barang bukti yang berhasil disita yakni ganja seberat 0,20 gram, sabu seberat 1,61 gram, pil Alprazolam sebanyak 1.049 butir, miras/minol sebanyak 62 botol, pil Riklona Clonazepam sebanyak 230 butir, pil Yarindo sebanyak 6.381,5 butir dan pil Trihexypenydhyil sebanyak 87 butir.

Sementara itu pada tahun 2018, kasus yang berhasil diungkap sebanyak 45 kasus terdiri dari 9 kasus psikotropika, 4 kasus narkotika dan 32 kasus obat-obatan berbahaya. Adapun barang bukti yang berhasil disita yakni pil Alprazolam sebanyak 245 butir, pil Yarindo sebanyak 3.267 butir, pil Trihexypenydhyil sebanyak 10 butir dan miras/ minol sebanyak 91 botol.

Lebih lanjut Anggara menuturkan, pada awal tahun 2019, pihaknya juga bakal menggiatkan kembali sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah. Selain itu polisi juga bakal meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara Sat Resnarkoba dan Sat Binmas.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga bakal menempuh upaya penegakan hukum. Langkah itu dilakukan sembari mengamati pola perkembangan situasi pada triwulan awal 2019.

Ditanyai perihal kemungkinan adanya razia di sekolah, Anggara menilai hal itu juga perlu dilakukan. Walaupun sejauh ini belum pernah dijumpai penyalahgunaan narkoba di sekolah.

Penyalahgunaan narkoba yang selama ini dijumpai, dilakukan di luar sekolah, kata Anggara.