Klitih Menggila di Kulon Progo, Satu Korban Disabet Senjata Tajam
Peristiwa

Klitih Menggila di Kulon Progo, Satu Korban Disabet Senjata Tajam

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Aksi klitih kembali meneror Bumi Binangun dan membuat resah warga. Bahkan para pelaku klitih ini tak segan-segan menyabetkan senjata tajam kepada korbannya. Menanggapi kejadian itu, sejumlah pihak tak tinggal diam, termasuk kepolisian.

Berdasarkan data dari Kepolisian Resor Kulon Progo, terdapat dua laporan terkait aksi klitih yang diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Kedua kejadian tersebut terjadi pada Jumat (04/01/2019) kemarin di ruas Jalan Nasional Wates-Purworejo tepatnya di Desa Triharjo, Kecamatan Wates.

Kejadian pertama terjadi di wilayah Pedukuhan Tambak pada pukul 04.00 WIB, sedangkan kejadian kedua berlangsung Pedukuhan Seworan sekitar pukul 04.15 WIB.

Sumadi (52), warga Dabag, Plumbon, Kecamatan Temon harus mendapatkan delapam jahitan di punggung tangan kanannya usai menjadi sasaran sabetan senjata tajam dari pelaku. Ketika itu, ia berusaha melawan para pelaku klitih yang mencoba merampas barang berharganya saat melintas di wilayah Tambak.

Sementara itu, Sulastri (38), warga Pedukuhan Serangrejo, Kulwaru, Kecamatan Wates harus rela kehilangan uang tunai senilai Rp1,4 juta, dua unit telepon genggam serta dompet berisi sejumlah surat penting dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 6 juta usai dirampas oleh pelaku klitih di wilayah Pedukuhan Seworan. Beruntung Sulastri tak dilukai oleh pelaku lantaran menyerahkan semua harta bendanya.

"Kami sudah sebar anggota untuk patroli sejak tahun baru kemarin. Dugaan kami ini tindak pidana curas (pencurian dengan kekerasan) dan penganiayaan," ungkap Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution, Sabtu (05/01/2019).

Tim patroli yang dibentuk, kata Anggara, terdiri dari regu gabungan Polres Kulon Progo dan sejumlah polsek jajaran, dengan jumlah personel sekitar 52 orang. Tim patroli tersebut juga bakal diperkuat dengan tim Resmob Sat Reskrim Polres Kulon Progo. 

"Patroli dilakukan di titik-titik rawan yang sudah kami petakan. Waktunya mulai dari malam hari hingga dinihari," sambung Anggara.

Anggara menambahkan, hingga saat ini berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh jajarannya, pelaku yang beraksi saat dua peristiwa tersebut merupakan pelaku yang bersama. Pelaku diduga berjumlah dua orang, mengendarai sepeda motor skutik Honda Vario yang belum diketahui nomor polisinya.

"Untuk warnanya belum bisa diidentifikasi. Bisa saja korban menyebut putih ataupun hitam karena sedang panik. Masih kita dalami," sambung dia.

Kepada masyarakat, Anggara mengimbau agar lebih meningkatkan kewaspadaan serta tak sendirian ketika berkendara pada waktu dinihari. Ia juga berharap masyarakat bisa seera melaporkan kepada petugas bila mendapati gerak-gerik mencurigakan di jalan raya.