Jumlah Pengangguran di Kulon Progo Diklaim Menurun
Sosial

Jumlah Pengangguran di Kulon Progo Diklaim Menurun

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulon Progo mengklaim bahwa angka pengangguran di Kulon Progo terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Bahkan penurunan jumlah pengangguran di Kulon Progo sejak 2015 hingga 2018 lalu telah mencapai ribuan orang.

Kepala Disnakertrans Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana mengungkapkan bahwa pada tahun 2015, jumlah pengangguran di Kulon Progo mencapai 8.000-an orang. Pada tahun 2018 jumlah pengangguran menurun hingga menyisakan 3.778 orang saja.

"Secara global dari tahun 2015 sampai 2018 penurunan mencapai hampir 5.000 orang. Tapi penurunan itu bertahap setiap tahunnya," ungkap Eko, Rabu (09/01/2019).

Disebutkan secara rinci oleh Eko, pada tahun 2015, jumlah pengangguran terbuka di Kulon Progo sebanyak 3,7 % dari jumlah total warga Kulon Progo. Kemudian pada tahun 2016, jumlah pengguran berkurang menjadi 6.000-an orang atau 3,2 % dari total warga Kulon Progo. 

Pada tahun 2017, jumlah pengangguran kembali mengalami penurunan dengan persentase sebanyak 1,99 % dari jumlah total penduduk Kulon Progo, atau 4.983 orang. Kemudian pada tahun 2018, persentase pengangguran menjadi 1,49 % dari total jumlah penduduk.

"Dengan jumlah itu pada tahun 2018, setiap 200 orang di Kulon Progo, tiga orang diantaranya merupakan pengangguran," sambung Eko.

Dijelaskan lebih jauh oleh Eko, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan jumlah pengangguran. Diantaranya makin pesatnya pembangun daerah, perkembangan sektor wisata dan makin banyaknya produk-produk UMKM lokal Kulon Progo.

Eko mengatakan sejumlah upaya terus dilakukan pihaknya agar penurunan angka penangguran di Kulon Progo kian signifikan. Pemberian pelatihan kerja dan penambahan program padat karya sebanyak 23 program pada tahun 2019 atau bertambah dari tahun lalu 17 program menjadi salah satunya.

"Tapi semua ini harus ada sinergitas dengan seluruh sektor instansi, karena kami kan hanya sebatas memberi informasi dan melayani masyarakat yang ingin bekerja," kata Eko.