Bawaslu Sebut Tak Ditemukan Pelanggaran Pemilu dalam Isi Tabloid Indonesia Barokah
Politik

Bawaslu Sebut Tak Ditemukan Pelanggaran Pemilu dalam Isi Tabloid Indonesia Barokah

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyebut bahwa Tabloid Indonesia Barokah tak mengandung unsur-unsur pelanggaran pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu).

Seperti diketahui, tabloid tersebut menjadi kontroversi lantaran mengandung muatan-muatan bernada provokatif terhadap salah satu capres-cawapres peserta Pilpres 2019.

Ketua Bawaslu Kulon Progo, Ria Harlinawati mengungkapkan bahwa pihaknya hanya diminta untuk melakukan pendataan setelah Bawaslu RI menyebut tak menemukan adanya pelanggaran dalam isi Tabloid Indonesia Barokah. Adapun jumlah tabloid yang tersebar di Kulon Progo telah didata sejak Kamis (24/01) kemarin.

"Untuk jumlahnya masih sama. Kita hanya diminta melakukan pendataan jumlahnya saja. Total ada 767 paket berisi Tabloid Indonesia Barokah," ungkap Ria, Selasa (29/01/2019).

Pihaknya tak memiliki kewenangan untuk melakukan penyitaan terhadap tabloid yang tersebar lantaran tak ditemukan adanya pelanggaran. Pendataan yang dilakukan saat ini, dilakukan untuk menghimpun jumlah tabloid yang tersebar apabila Dewan Pers membutuhkan data tambahan untuk melakukan pemeriksaan terhadap Tabloid Indonesia Barokah. 

"Kita tidak ada kewenangan menyita. Tapi Dewan Pers kan masih melakukan penyelidikan terkait dengan perusahaan medianya. Kami hanya menunggu apabila ada instruksi lainnya," sambung Ria.

Terpisah, Ketua Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK), Asrul Sani mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung kepolisian untuk menuntaskan penyelidikan terkait peredaran Tabloid Indonesia Barokah. Terlebih Dewan Pers juga telah mempersilakan pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan.

"Kami mendukung kalau peredaran Tabloid Indonesia Barokah diusut tuntas. Apalagi kalau benar di dalamnya sudah mengarah ke provokatif. Hal itu dikhawatirkan bisa menimbulkan intoleransi," kata dia.