Pantau Perkembangan Pelajar, Pemkab Luncurkan Aplikasi Daring
Pendidikan

Pantau Perkembangan Pelajar, Pemkab Luncurkan Aplikasi Daring

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Kulon Progo meluncurkan aplikasi dalam jaringan (daring) sebagai salah satu inovasi di bidang pendidikan. Aplikasi yang dinamai Sistem Informasi (SIM) Pendidikan Karakter Kulon Progo (PendekarKu) ini digadang-gadang bisa menjadi salah satu media pemantauan perkembangan pendidikan karakter pelajar di Kulon Progo mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo, Sumarsana mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut telah diluncurkan pada pekan terakhir Januari lalu.

Melalui aplikasi ini seluruh sekolah bisa melaporkan perkembangan pendidikan siswanya terkait pendidikan karakter. Hal itu dilakukan sesuai dengan misi Pemkab Kulon Progo terkait penerapan pendidikan karakter yang digaungkan sejak beberapa tahun lalu.

"Aplikasi ini diciptakan untuk mendukung Kulon Progo menjadi smart city. Di dalam aplikasi tersebut bisa juga melakukan laporan khusus, laporan capaian PPK per semester, pengumuman dinas dan sarana berkirim surat elektronik.," ungkap Sumarsana, Sabtu (02/02/2019).

Sumarsana mengklaim, melalui aplikasi tersebut, pihaknya lebih mudah melakukan pemantauan. Pun begitu dengan orang tua yang ingin mengetahui perkembangan anaknya ketika belajar di sekolah. 

Dengan mengecek website kami, nantinya para orang tua bisa melihat dengan mudah perkembangan anak selama di sekolah. Jadi kita memudahkan orang tua. Tidak perlu repot-repot datang ke dinas,

" sambung Sumarsana.

Meski begitu, di sisi lain Sumarsana juga mengungkapkan bahwa aplikasi yang baru saja dirintis ini masih jauh dari kata sempurna. Pasalnya, aplikasi ini belum bisa menjangkau sekolah-sekolah di wilayah perbukitan yang menjadi titik blankspot atau susah sinyal di Kulon Progo.

"Jadi kami akan tetap mengandalakan pengawas yang ditugaskan membina sejumlah sekolah sekolah untuk terjun langsung, karena kalau sesuai SOP kan pelaporan harus 100 persen, jika ada yang di bawah itu kami cek ke sekolah yang bersangkutan," pungkas dia.