JJLS Diperlebar, Warga Tuntut Kompensasi
Pemerintahan

JJLS Diperlebar, Warga Tuntut Kompensasi

Panjatan,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah warga Desa Garongan, Kecamatan Panjatan mendatangi Kantor Kecamatan Panjatan, Rabu (06/02/2019). Kedatangan mereka dilatari oleh proses pematokan lahan guna persiapan pelebaran ruas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang dilakukan tanpa melibatkan warga setempat.

Koordinator perwakilan warga terdampak JJLS, Ngadiman mengatakan, warga tidak menolak kehadiran JJLS di Kulon Progo. Pun begitu dengan rencana pembangunan dan melebarkan jalan. Bahkan warga juga siap melepas hak atas tanah di sekitar tikungan letter S yang akan dibuat lurus. Asalkan semua tahapan dilakukan secara transparan dan melibatkan warga.

Dalam proses pematokan lahan, Ngadiman menyebut tak ada satupun warga pemilik lahan yang diajak berkomunikasi terkait pematokan tersebut. Setelah pematokan dilakukan, barulah tim pematok meminta warga pemilik lahan untuk menandatangani berita acara.

"Tidak ada warga yang mau menandatangani berita acara. Kita minta dilibatkan dalam pengukuran," ungkap Ngadiman, Rabu (06/02/2019).

Warga juga minta agar kompensasi yang diberikan sebagai ganti rugi tanah yang terdampak pembangunan JJLS memenuhi aspek kewajaran. Sesuai perkembangannya, banyak harga tanah semakin mahal. Bahkan banyak investor yang tertarik untuk menyewa tanah kosong untuk usaha di wilayah tersebut. 

Warga menyebut, idealnya untuk lahan yang akan terkena proyek diberikan kompensasi Rp 5 juta per meter. Khusus di sekitar tikungan S minimal Rp 5,5 juta karena ada sebagian yang rumahnya habis dan harus pindah. Harga itupun diyakini masih layak dan bisa untuk mencari tanah pengganti.

"Ada sekitar 15 KK di timur dan 7 KK di barat yang akan tergusur," terangnya.

Wakil dari tim pematokan tanah, Heru Purnomo mengatakan masukan dari sejumlah masyarakat ini justru sangat diharapkan oleh tim sebelum proses konsultasi publik. Mereka juga akan diajak untuk ikut memberikan pencerahan kepada warga terdampak terkair hak-hak warga.

"Ganti rugi ini tidak hanya tanah. Tetapi juga yang ditanam dan tumbuh," terangnya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kulon Progo, Heriyanto mengungkapkan bahwa pihaknya bakal membantu warga untuk mendapatkan kejelasan terkait kompensasi yang bakal diterima. Hanya saja hal tersebut bakal memakan waktu yang tak sebentar lantaran harus menempuh sejumlah proses.