Harga Jeblok, Petani Biarkan Tanaman Cabai Garing
Ekonomi

Harga Jeblok, Petani Biarkan Tanaman Cabai Garing

Panjatan,(kulonprogo.sorot.co)--Hamparan lahan tanam cabai di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan nampak kecoklatan. Tanaman-tanaman cabai yang biasanya nampak segar kini terlihat kering kerontang tak pernah terawat. Hal ini mulai terjadi pasca anjlokya harga cabai di pasaran.

Akibatnya, para petani cabai justru membiarkan tanaman mereka mengering tanpa memetik cabai yang biasanya dilakukan setiap empat hari sekali bila harga cabai sedang baik. Bahkan ada pula petani yang menyemprot tanaman cabainya dengan obat pembasmi gulma agar tanaman cabai mati.

Ketua Kelompok Tani Gisik Pengaji, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Sukarman mengungkapkan bahwa kini harga cabai di pasaran tak lebih dari Rp 5 ribu per kilogramnya. Bila para petani memaksakan diri memanen cabai, mereka justru harus merugi lantaran biaya petik lebih besar ketimbang harga jual cabai.

"Istilahnya tidak cucuk lah. Buat apa dipetik kalau malah bikin rugi. Tidak ada petani yang mau metik karena biaya petiknya lebih mahal daripada uang yang dihasilkan. Kita tidak mau rugi," ungkap Sukarman, Senin (11/02/2019).

Dijelaskan oleh Sukarman, pasar lelang cabai ditutup sejak harga cabai tak lebih dari Rp 5 ribu per kilogramnya. Sebelumnya petani cabai sempat bergembira lantaran harga cabai sempat meroket hingga Rp13 ribu per kilogramnya pada bulan Oktober 2018 lalu. 

Namun, belum puas merasakan manisnya keuntungan, para petani justru harus dihadapkan dengan skema harga cabai yang terus menurun. Penurunan harga cabai telah mulai dirasakan sejak Desember 2018 hingga Januari kemarin.

"Di sini ada lahan seluas sekitat 200 hektar, setiap kali petik bisa mendapatkan 6 ton cabai per hektare-nya. Ini baru 12 kali petik, tapi sudah berhenti. Idealnya bisa sampai 20 kali petik," sambung Sukarman.

Anjloknya harga cabai, kata Sukarman, disebabkan oleh melimpahnya stok cabai hasil panenan dari sejumlah daerah di Indonesia. Terlebih Pemerintah Indonesia juga mengambil kebijakan untuk mengimpor cabai kering dari India dan Cina dengan total mencapai 30.700 ton.

"Jadi para petani di sini dapat untungnya belum maksimal. Yang penting mereka kami sudah balik modal," pungkas dia.