Diguyur Hujan, Petani Kopi Was - Was Proses Pasca Panen Terganggu
Ekonomi

Diguyur Hujan, Petani Kopi Was - Was Proses Pasca Panen Terganggu

Samigaluh,(kulonprogo.sorot.co)--Hujan yang mengguyur Kabupaten Kulon Progo sejak beberapa bulan lalu membuat petani kopi di Samigaluh merasa was-was. Mereka khawatir bila hujan terus mengguyur bakal mengganggu proses pasca panen biji kopi.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu petani Kopi Suroloyo di Pedukuhan Keceme, Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Windarno. Sosok yang akrab disapa Mas Win ini mengungkapkan bahwa proses pasca panen merupakan salah satu proses penting untuk menghasilkan kopi dengan kualitas yang baik.

"Proses pasca panen terutama ketika tahap penjemuran paling menentukan kualitas biji kopi. Karena dalam proses penjemuran, apalagi jika langsung terkena terik matahari, hasilnya akan lebih bagus dan rasa kopi terjaga," ungkap Windarno, Selasa (12/02/2019).

Ia mengatakan, panen Kopi Suroloyo bakal dilakukan pada pertengahan Maret mendatang. Hanya saja, saat ini para petani belum bisa memprediksi, kapan hujan bakal berhenti mengguyur Kulon Progo. Sehingga penjemuran kopi bisa dilakukan secara maksimal. 

Musim hujan, kata Windarno sebenarnya memudahkan proses tanam dan panen. Sebab tanaman kopi bisa mendapat asupan air yang melimpah. Hanya saja, hujan juga berpengaruh terhadap kualitas kopi yang dihasilkan usai penjemuran.

"Kalau terus-terusan hujan sampai nanti panen ya kami khawatir hasilnya akan buruk," sambung Windarno.

Windarno mengungkapkan ada cara yang sebenarnya bisa dilakukan untuk mengantisipasi masalah penjemuran, yakni dengan menjemur biji kopi di dalam sebuah doom plastik. Hanya saja, cara ini juga memiliki risiko. Biji kopi yang dijemur di dalam doom plastik bisa saja terkena tetesan air lantaran suhu udara di wilayah tersebut yang cenderung lembab.

"Kalau pakai doom seperti berjudi. Kita tidak tahu hasilnya bagaimana. Jadi paling bagus tetap dijemur di bawah terik matahari langsung," ungkap Windarno.