Kulon Progo Bakoh Kembali Beraksi, Lima Ribu Masker Kain Dibagikan
Sosial

Kulon Progo Bakoh Kembali Beraksi, Lima Ribu Masker Kain Dibagikan

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Gerakan sejumlah pemuda di Kulon Progo dengan tagar (#KulonProgoBakoh) kembali melakukan aksi untuk memutus rantai penyebaran Corona Virus Desease (COVID-19). Dua gerakan yang sebelumnya dilakukan, yakni membagikan isi ulang hand sanitizer gratis dan membagikan tempat cuci tangan portable sukses memantik gerakan lainnya bermunculan di Kulon Progo.

Kali ini, gerakan yang diinisiasi oleh Nosa Pramana, Septian Aryo Cahyo Seto dan sejumlah pemuda ini membuat ribuan masker non medis atau masker kain untuk dibagi-bagikan. Gerakan ini diawali dengan menjahit masker di sejumlah penjahit-penjahit berskala kecil di lingkungan sekitar tempat tinggal.

Berbekal kain yang berhasil dikumpulkan dari sumbangan sejumlah masyarakat, gerakan #menjahitditetangga pun berlangsung. Terhitung 5 ribu masker kain siap didistribusikan.

"Kami merasa masih harus bergerak melihat kasus Corona yang terus bertambah. Pemerintah sudah mengimbau agar semua orang menggunakan masker. Hal itu yang menjadi alasan kami kembali bergerak," ungkap Nosa Pramana, Sabtu (25/04/2020).

Dikatakan oleh Nosa, masker kain ini dibagikan di seluruh pasar tradisional yang masih beroperasi di Kulon Progo. Lagi-lagi pedagang pasar menjadi sasaran aksi kali ini lantaran masih harus keluar rumah untuk mencari nafkah. 

Selain pedagang pasar, masker kain ini juga dibagikan bagi para pedagang di pinggir jalan yang belum menggunakan masker. Selain membagikan masker, edukasi bagi para pedagang terkait langkah-langkah sederhana agar ketahanan tubuh tetap terjaga juga diberikan.

"Aksi ini bisa terealisasi berkat dukungan banyak pihak. Kita yang bergerak mendapatkan support yang luar biasa," sambung Nosa.

Gerakan ini menuai komentar positif dari sejumlah orang, termasuk para pedagang pasar yang menerima masker cuma-cuma ini.

"Tentunya saya mengucapkan terima kasih. Karena banyak pedagang yang belum punya masker. Termasuk saya," ungkap salah seorang pedagang Pasar Wates, Marni.