Akses Pantai Glagah Ditutup, Warga Siap Halau Wisatawan Ngeyel
Peristiwa

Akses Pantai Glagah Ditutup, Warga Siap Halau Wisatawan Ngeyel

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah warga di Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon menutup akases masuk ke Pantai Glagah Indah. Penutupan akses masuk ini dilaksanakan sejak Selasa (21/04/2020) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bila wisatawan nekat masuk ke area Pantai Glagah, warga setempat siap-siap menghalau. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Desease (COVID-19).

Salah satu warga Glagah, Triyo Reno Andika (27) mengatakan, seluruh akses menuju kawasan pantai, baik itu jalur utama atau jalan-jalan alternatif yang melintasi permukiman warga kini telah diblokade menggunakan palang kayu.

Selain memblokade jalan, warga setempat juga melakukan penjagaan di setiap pintu masuk pantai. Mereka tidak segan-segan menghalau kedatangan masyarakat dari luar Glagah untuk tidak memasuki kawasan tersebut. Hanya warga sekitar dan yang memiliki kepentingan mendesak saja yang boleh masuk ke Pantai Glagah.

"Penutupan ini sudah berdasarkan keputusan bersama warga Glagah, kami tidak ingin virus corona menyebar di daerah ini," ujar Triyo, Minggu (26/04/2020).

Meski sudah ditutup, Triyo mengungkapkan bila masih ada masyarakat yang hendak masuk ke kawasan pantai. Jumlahnya nerkisar 60 sampai 100 orang per hari. Kepada para pendatang itu, warga dengan tegas menghalaunya dan meminta untuk putar balik. 

"Kemarin masih ada sekitar 60-100 orang yang datang baik menggunakan sepeda, kendaraan motor atau mobil, tapi karena ini sudah ditutup, maka kami larang masuk," ucapnya.

Imbas penutupan Pantai Glagah membuat sejumlah wisatawan yang terlanjur datang kecele. Karena tak boleh masuk, mereka akhirnya memilih pulang.

Hal itu dialami Yatin Suyatman (40). Warga Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah ini sudah sampai di pintu masuk pantai. Rencananya ia hendak bertemu dengan seorang kawan yang tinggal di dekat pantai tersebut. Sembari bertemu, juga ingin refreshing.

Kendati ia harua mengurungkan niatnya, Yatin mengaku tak mempermasalahkan hal ini. Ia berharap apa yang dilakukan warga Glagah bisa didukung semua pihak lantaran untuk kebaikan bersama.

"Nggak tahu kalau ditutup. Tapi tidak masalah karena untuk kebaikan bersama," katanya.