Pembuat Laporan Palsu Ternyata Gelapkan Uang Kelompok
Hukum & Kriminal

Pembuat Laporan Palsu Ternyata Gelapkan Uang Kelompok

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--S, warga Pedukuhan Kasihan II, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah yang membuat laporan palsu perampasan uang dan penodongan senjata tajam ternyata merupakan bendahara kelompok di tempat tinggalnya.

Kapolsek Lendah, AKP Fakhrurodin mengatakan bila S berinisiatif membuat laporan palsu untuk mengelabuhi anggota kelompoknya. Pasalnya dalam waktu dekat ini ia dituntut untuk menyalurkan dana kepada anggotanya dengan total Rp 35 juta. Sedangkan dirinya baru memegang uang senilai Rp 25 juta.

Terkuaknya laporan palsu tersebut, kata Fakhrurodin, lantaran petugas menemukan sejumlah kejanggalan ketika melakukan pemeriksaan terhadap laporan S. Pertama, SPTN mengaku mengendarai sepeda motor ke arah Brosot dan dicegat dua pelaku kemudian berbalik arah mendekati.

Lazimnya yang mencegat yang mendekati, tapi justru kebalikannya. Kedua dari segi waktu, SPTN berada di LKM tempat pencairan dana sekitar pukul 10.31 WIB kemudian membuat cerita penodongan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 11.40 WIB.

Seharusnya perjalanan sampai TKP hanya butuh waktu empat menit, tapi lebih dari satu jam. SPTN pulang dulu ke rumah menyimpan uang baru ke TKP. Petugas yang curiga melakukan pengembangan penyelidikan dan berhasil mengungkap bahwa kasus ini tidak benar,” jelas AKP Fakhrurodin, Kamis (30/04/2020).

Menindaklanjuti laporan palsu tersebut, Fakhrurodin mengatakan bila pihaknya akan membuat laporan Kepolisian model A tentang laporan memberitahukan sesuatu peristiwa yang sesungguhnya tidak terjadi. 

"Atas perbuatannya, S dijerat pasal 220 KUHP tentang laporan palsu dengan ancaman hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan,” kata AKP Fakhrurodin.

S mengaku membuat laporan palsu karena mempunyai kekurangan dana yang harus diberikan ke anggota menjelang Lebaran besok. Uang anggota kelompok yang ia bawa justru digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Saya sendiri yang membuat ide cerita dan dilakukan spontan agar pembagian uang menjadi mundur. Pikiran saya sudah buntu, takut teman-teman marah jika mengetahui jumlah uang berkurang. Uangnya habis dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas S.

Diberitakan sorot.co sebelumnya, polisi mendapatkan laporan adanya tindak pidana perampasan uang dan penodongan senjata tajam yang dilakukan oleh dua orang pria pada Selasa (28/04/2020). S yang mengaku sebagai korban sekaligus pembuat laporan palsu mengaku kehilangan uang tunai senilai Rp 14,6 juta akibat perampasan itu.