Terekam CCTV, Alap-Alap Sepeda Motor Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Terekam CCTV, Alap-Alap Sepeda Motor Dicokok Polisi

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Sektor Wates berhasil mengungkap aksi pencurian sepeda motor di halaman Masjid Al-Hidayah, Pedukuhan Gunung Gempal, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates. Aksi pencurian itu terekam kamera pengawas atau CCTV pada Minggu (19/04) lalu.

Polisi mencokok AS (45), warga Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Pelaku diketahui tak hanya sekali melakukan aksi pencurian sepeda motor.

Kapolsek Wates, Komisaris Polisi Endang Suprapto mengatakan bahwa setidaknya pelaku telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak tiga kali. Satu diantaranya merupakan pencurian di wilayah Kalurahan Giripeni.

"Ya pelaku curanmor di masjid Al-Hidayah yang sempat terekam CCTV masjid sudah berhasil kami tangkap, setelah dilakukan pendalaman ternyata pelaku ini telah melakukan aksi pencurian yang sama sebanyak tiga kali (termasuk kasus Giripeni) di Kulon Progo," ujar Endang, Selasa (12/05/2020).

Pelaku dicokok oleh petugas pada Senin (27/04) lalu di wilayah Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo. wilayah Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo. Dari penangkapan itu diketahui bahwa, pelaku ternyata tidak hanya melancarkan aksinya di Giripeni, tapi juga di wilayah Kapanewon Temon dan Pengasih. 

Aksi pencurian di dua kapanewon itu dilakukan pelaku selang beberapa hari usai berhasil menggondol sepeda motor Suzuki Spin Nopol AB 2250 KC milik Suharno (55), warga Gunung Gempal, Giripeni, yang merupakan jamaah masjid Al-Hidayah. Motor itu sempat dijual dengan harga Rp 300.000 kepada seorang warga Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Ketika dijual, sepeda motor hasil curian telah diganti plat nomor polisinya. Saat ini sepeda motor hasil curian telah kami sita sebagai barang bukti," kata Endang.

Untuk kasus di Giripeni, pelaku melancarkan aksinya dengan sebuah kunci bekas yang ditemukannya dari bengkel dekat Masjid Al-Hikmah. Berbekal kunci itu, pelaku mencoba satu per satu kendaraan bermotor milik jamaah masjid yang ketika itu sedang menunaikan ibadah salat Maghrib.

Dari beberapa motor, pelaku ini dapat satu kendaraan yang bisa dicuri yaitu Suzuki Spin. Sementara untuk dua kasus lainnya, kepolisian setempat masih melakukan pendalaman terkait modus yang digunakan AS.

Tersangka yang dihadirkan dalam rilis kasus tersebut mengakui perbuatannya. Kepada awak media, tersangka mengaku nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Buat kehidupan sehari-hari, saya gak ada kerjaan, jauh dari rumah juga, makannya nyuri motor dan dijual murah," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun.