Nganggur Karena Corona, Warga Wates Gasak Laptop dan HP Untuk Sambung Hidup
Peristiwa

Nganggur Karena Corona, Warga Wates Gasak Laptop dan HP Untuk Sambung Hidup

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Sektor Wates mengamankan SA (27), warga Kapanewon Wates. Ia diamankan lantaran menggasak sejumlah telepon genggam dan komputer jinjing di sejumlah rumah.

Kapolsek Wates, Kompol Endang Suprapto mengatakan bila pelaku melakukan aksi ini setelah ia dirumahkan pada masa pandemi Covid-19. SA yang menganggur bingung bagaimana cara menyambung hidup lantaran tak lagi memiliki penghasilan.

"Jadi pelaku ini sebelumnya bekerja sebagai buruh swasta. Tapi karena pandemi Corona, dia dirumahkan," ungkap Endang, Kamis (14/05/2020).

Disebutkan oleh Endang, pelaku berhasil menggasak tiga unit telepon genggam serta tiga unit komputer jinjing. Barang-barang elektronik ini digasak oleh pelaku dari rumah warga Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates pada 25 April lalu. Pelaku diamankan di kediamannya dengan barang bukti satu unit telepon genggam dan satu unit kompiter jinjing. 

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan polisi, pelaku mengakui melakukan pencurian bersama dengan SN yang saat ini masih dalam pencarian (DPO). Mereka berboncengan sepeda motor dan mencari sasaran. Begitu dapat, mereka beraksi dan membawa kabur barang curian.

"Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela, dan menggondol barang-barang berharga. Hasil curiannya dijual di wilayah Jogja dan Klaten," terang Endang.

Sementara itu SA mengaku terpaksa melakukan pencurian karena terdesak ekonomi. Selama ini dia berada di Bandung, Jawa Barat dan bekerja di sektor pengeboran. Namun pandemi Covid-19 menjadikan perusahaan tempat bekerja merumahkan karyawan, termasuk dirinya.

Karena dirumahkan saya mudik ke Wates. Karena tidak ada pekerjaan saya terpaksa mencuri. Uangnya untuk makan dan beli rokok karena di sini tidak bekerja,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sebelumnya pelaku pernah dipidana dalam perkara psikotropika selama 8 bulan. Dia bebas pada bulan Agustus 2019 dan bekerja di Bandung.