Lelaki Berulangkali Cabuli Tetangga, Kini Korban Hamil Delapan Bulan
Hukum & Kriminal

Lelaki Berulangkali Cabuli Tetangga, Kini Korban Hamil Delapan Bulan

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Seorang laki-laki berusia 52 tahun asal Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan berinisial Sj harus mendekam dibalik jeruji besi. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap seorang wanita, sebut saja Mawar (21) asal Kapanewon Wates.

Aksi pencabulan yang dilakukan pelaku diketahui dilancarkan sejak Juni 2017 silam hingga April 2020. Saat ini bahkan korban tengah mengandung janin berusia delapan bulan akibat tindakan bejat pelaku. Pelaku mengancam bakal membunuh korban beserta keluarganya bila tak menuruti nafsu pelaku.

Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso mengatakan bahwa tindakan bejat pelaku terungkap setelah korban melapor kepada polisi. Pelaku kemudian diringkus polisi di rumahnya pada akhir Juni lalu.

"Pelaku kami amankan berdasarkan laporan dari korban. Saat ini korban sedang hamil dengan usia delapan bulan," ungkap Munarso ketika menggelar jumpa media di Mapolres Kulon Progo, Kamis (09/07/2020).


Setiap kali pelaku menginginkan korban untuk menuruti nafsunya, pelaku mengirim pesan singkat. Kemudian pelaku mencegat korban ketika korban hendak pulang kerja. Pelaku kemudian mengajak korban di berbagai tempat untuk melampiaskan nafsunya. 

"Pelaku kadang mengajak ke sawah, ke dekat sungai dan berbagai tempat lainnya," sambung Munarso.

Awal mula kegilaan pelaku ini berawal pada tahun 2017 lalu. Ketika pelaku berada di rumah korban, korban diminta untuk untuk melepas pakaian dan dipaksa untuk menuruti nafsunya.

"Padahal pada tahun 2017, korban masih berstatus sebagai pelajar," terang Munarso.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya pakaian korban dan pakaian pelaku serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk mencegat korban.

"Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," pungkas Munarso.