Ditarget Rampung Lebaran Kemarin, Proyek Rest Area Pandawa Maetala Baru Capai 30 Persen
Peristiwa

Ditarget Rampung Lebaran Kemarin, Proyek Rest Area Pandawa Maetala Baru Capai 30 Persen

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Proyek pembangunan rest area di Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon sempat berhenti. Proyek kerja sama operasional (KSO) antara Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kulon Progo dan PT. Avicena Perkasa ini dibangun di atas tanah seluas 4,3 hektare berstatus tanah kas kalurahan.

Proyek ini pertama kali digagas oleh Hasto Wardoyo ketika menjadi Bupati Kulon Progo dengan nama Rest Area Pandawa Maetala. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada awal tahun 2019 lalu. Rest area ini digadang-gadang bakal menjadi kawasan penopang Yogyakarta International Airport (YIA).

Rencananya, proyek ini bakal dilaunching pada libur lebaran lalu. Namun pada kenyataannya, hingga saat ini proyek tersebut bahkan belum mencapai separuh. Setidaknya, progres pembangunan rest area ini baru mencapai sekitar 30 persen.

Berdasarkan pantauan sorot.co di lapangan, proyek yang menelan dana sekitar Rp 30 miliar ini telah dilakukan pengurukan dan perataan lahan. Empat pondasi guna pendopo utama serta puja serja juga telah dibuat. Sejumlah kapling untuk stan dan tenan juga telah dipatok dan dibentuk. Sementara saluran irigasi telah digali, tinggal memasang precast beton sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Namun belum ada satupun bangunan yang bediri.

Direktur PDAU Kulon Progo, Suharyanto mengakui bila proyek rest area ini memang sempat menemui kendala. Pasalnya, pengerjaan proyek ini terhenti ketika pemerintah menetapkan status pandemi Covid-19 dan membuat segala kegiatan dengan kerumunan massa ditunda, termasuk proyek itu. Proses pembangunan rest area ini kemudian akan mulai dikerjakan lagi secara bertahap.

"Pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan proyek ini juga ikut tertunda. Kami tidak mau ambil risiko. Lebih baik kita jadwalkan ulang dan membuat timeline baru," ungkap Suharyanto, Kamis (13/08/2020).

Selain pandemi, kendala lain yang dialami dalam proses pembangunan rest area ini ialah investor. Disebut Suharyanto, sejumlah investor memilih untuk fokus dan memprioritaskan pada pekerjaan lainnya terlebih dahulu. 

"Ada investor yang menarik diri. Tapi bukan meninggalkan proyek. Lebih kepada fokus yang lain dulu," imbuh Suharyanto.

Kendati begitu, Suharyanto menyebut bila saat ini proses pembangunan bakal segera dimulai lagi. Pasalnya, pihaknya mentarget pada Januari 2021 mendatang rest area ini akan dilaunching.

Meski mengalami penundaan pekerjaan, namun PDAU Kulon Progo telah mengantongi nama sejumlah investor yang melirik rest area tersebut. Telah ada empat usaha waralaba berjejaring yang mengincar empat pendopo utama Pandawa Maetala. Selain itu, salah satu penyedia jasa pemutaran film juga telah bersedia membangun bioskop di lokasi tersebut.

Direktur PT. Avicena Perkasa, Ali Muddin mengatakan hal serupa. Meskipun saat ini proyek baru mencapai 30 persen, namun ia optimis bisa segera dilaunching awal tahin 2021.

Proyek ini, kata Ali, bakal melibatkan ratusan tenaga kerja. Hanya saja, untuk mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya tetap bakal menerapkan protokol kesehatan. Temasuk dalam tahapan pembangunannya.

"Jadi kita lakukan secara bertahap. Tidak bisa serempak semuanya untuk mencegah massa yang banyak," katanya.