Tipu Penjual Motor, Motor Keren Dibawa Kabur
Hukum & Kriminal

Tipu Penjual Motor, Motor Keren Dibawa Kabur

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Seorang warga Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terpaksa berurusan dengan petugas Kepolisian Resor Kulon Progo. Laki-laki berinisial AP (40) dicokok lantaran melakukan penggelapan sepeda motor. Modusnya dengan berpura-pura menjadi pembeli sepeda motor milik korban.

Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso mengatakan, peristiwa ini bermula ketika korban, Nindar (38), warga Pedukuhan Graulan, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates berniat menjual sepeda motor skuter metik Honda PCX dengan nopol AB 5404 TX miliknya. Korban mengunggah informasi penjualan ini pada salah satu sosial media.

"Korban mengupload informasi penjualan melalui Facebook pada 9 Juni 2020. Pelaku kemudian menanggapi dan berkomunikasi dengan korban," ungkap Munarso, Rabu (26/08/2020) di halaman Mapolres Kulon Progo.

Setelah menyepakati waktu, korban dan pelaku bertemu pada Kamis, 11 Juni di rumah korban. Pelaku datang dengan menumpang taksi online untuk meyakinkan korban serta memudahkan aksinya. 

Pelaku kemudian berpura-pura mengecek surat-surat kelengkapan kendaraan seperti STNK dan BPKB. Setelah usai mengecek, surat-surat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam jok motor. Pelaku kemudian berdalih ingin mencoba motor milik korban untuk mengetahui kondisi mesin.

"Pelaku berdalih hanya mencoba motor di sekitar rumah, kemudian korban percaya. Saat itu pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor korban lengkap sengan surat-surat kendaraan," ungkap Munarso.

Pelaku menjual motor tersebut kepada seorang warga Gunungkidul sebesar Rp 21,5 juta. Uang hasil penjualan digunakan pelaku untuk berjudi. Hampir dua pekan buron, pelaku akhirnya berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Kulon Progo pada 19 Juni di wilayah Klaten, Jawa Tengah.

"Motor korban berhasil diamankan dari seorang pembeli di wilayah Gunungkidul. Pembeli tidak kami tangkap karena membeli barang tersebut secara resmi," terang Munarso.

Ditambahkan oleh Munarso, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diketahui pernah melakukan tindakan serupa. Aksi itu dilakukan pelaku di wikayah hukum Polda Jawa Tengah dan Polres Sleman, DIY.

Sementara itu, pelaku yang dihadirkan ketika pers rilis mengaku nekat melakukan aksinya lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai buruh mengaku bila penghasilannya kurang. Ia melancarkan aksinya memanfaatkan kelihaiannya dalam berbicara untuk membujuk korban.

"Tidak pakai cara khusus. Hanya memanfaatkan kelancaran berbicara sampai korban benar-benar percaya," kata pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penggelapan dan penipuan. Pelaku terancvam hukuman maksimal 4 tahun penjara.