Selama Sebulan Polisi Ungkap Empat Kasus Peredaran dan Penyalahgunaan Psikotropika
Hukum & Kriminal

Selama Sebulan Polisi Ungkap Empat Kasus Peredaran dan Penyalahgunaan Psikotropika

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Sat Resnarkoba Polres Kulon Progo mengungkap kasus penyalahgunaan psikotropika dan peredarannya. Tak tanggung-tanggung, ada empat kasus yang diungkap selama satu bulan yakni pada Bulan Juli 2020.

Kasat Resnarkoba Polres Kulon Progo, AKP Irwan mengatakan, dari empat kasus yang berhasil diungkap, pihaknya mengamankan tujuh orang pelaku. Keempat kasus ini merupakan kasus berbeda, namun disebutnya saling berkaitan.

Kasus pertama melibatkan HY (20), warga Wates; YS (22), warga Wates dan AA (22), warga Mergangsan, Jogja. Para pemuda tanggung itu diduga mengkonsumsi dan mengedarkan pil jenis Riklona Clonazeplam yang biasa digunakan untuk mengobati kecemasan.

Ungkap kasus ini bermula dari penangkapan HY dan YS di sebuah barbershop di Jalan Tentara Pelajar, Wates, pada 21 Juli 2020. Dari tangan keduanya, petugas menyita tujuh butir pil Riklona Clonazeplam. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui pil itu diperoleh dari AA.

"HY dan YS mengaku membeli 10 pil dari AA seharga Rp 300 ribu, kemudian satu pil dijual ke orang lain, dua tidak ditemukan, diduga telah dikonsumsi dan sisanya, yaitu tujuh butir berhasil disita petugas," ucap Irwan, Rabu (26/08/2020).

Tak lebih dari sepekan, Satresnarkoba kembali mengungkap kasus serupa dengan tersangka YF (21). YF dicokok di rumahnya di wilayah Pedukuhan Grubug, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan pada 23 Juli lalu. 

Irwan menjelaskan penangkapan YF bermula dari penangkapan AY, di lapangan Jatisarono, Nanggulan, 22 Juli. Saat diperiksa petugas, AY mengaku telah membeli pil diduga Yarindo dari pelaku sebanyak 50 butir seharga Rp 175 ribu. Berbekal keterangan itu, petugas bergerak dan berhasil menangkap YF.

"Untuk AY tidak kami proses karena statusnya sebagai saksi. Kami hanya menangkap YF lantaran telah mengedarkan pil tanpa izin edar," ujar Irwan.

Adapun kasus ketiga dan empat diungkap pada 25 dan 30 Juli. Kasus ketiga melibatkan dua tersangka yakni H (20) dan DM (22). Warga Kapanewon Kalibawang ini ditangkap petugas karena kedapatan memiliki 12 butir pil diduga Yarindo. Selain mengkonsumsi sendiri, kedua pelaku juga mengedarkan obat tersebut.

Sementara kasus keempat dilakukan seorang warga Kapanewon Temon, berinisial JS (2). Dari tangan tersangka, petugas menyita sedikitnya 500 butir Trihexyphenidyl. Ratusan obat itu diperoleh tersangka dengan cara membeli secara daring kemudian dijual kepada teman-temannya.

"Rata-rata konsumennya remaja tanggung. Nah aksi ini diketahui setelah ada laporan dari masyarakat yang resah dengan aksi tersebut," ujar Irwan.

Atas perbuatan para tersangka, polisi mengenakan Pasal 197 dan Pasal 196, UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.