Genjot Potensi Sineas Muda Kulon Progo, Program Sekolah Film Kembali Dilanjut
Budaya

Genjot Potensi Sineas Muda Kulon Progo, Program Sekolah Film Kembali Dilanjut

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo kembali menghelat program pembinaan terhadap sineas-sineas muda di Kulon Progo. Sekolah Film yang pada tahun 2019 lalu sukses membidani lahirnya sineas-sineas baru di Kulon Progo ini kembali dilaksanakan.

Bila pada tahun lalu program Sekolah Film dikemas dengan pemberian materi di kelas dengan dilanjutkan praktek membuat karya berdurasi tak kurang dari sepuluh menit, pada tahun ini Sekolah Film dikemas dengan konsep berbeda. Kini, para peserta Sekolah Film diminta untuk membuat film pendek dengan durasi 24 menit hingga 30 menit dengan tema berbeda masing-masing kelompok.

Terdapat empat kelompok yang bakal memproduksi film pendek dengan kucuran Dana Keistimewaan. Lantaran dihelat ketika masih dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka produksi film diwajibkan untuk menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Kepala Disbud (Kundha Kabudaya) Kulon Progo, Niken Probolaras mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus membina sineas-sineas jebolan Sekolah Film. Diharapkan, melalui karya film, potensi yang ada di Kulon Progo, baik pariwisata, kebudayaan dan potensi lainnya bisa terangkat.

"Untuk kali ini bisa disebut Sekolah Film kelas advance atau menengah. Pada tahun lalu para peserta sudah mendapatkan materi dasar. Pada tahun ini dilanjutkan ke materi yang lebih tinggi, dengan memproduksi film pendek," terang Niken, Sabtu (05/09/2020) sebelum proses pengambilan perdana dimulai di Kompleks SMK N 2 Pengasih.

Disebutkan pula oleh Niken, anggota keempat kelompok yang berkesempatan melakukan produksi film ini merupakan warga asli Kulon Progo. Keempat kelompok juga mengangkat cerita yang berbeda. Mulai dari patriotisme, kebudayaan, kritik yang dikemas dalam komedi hingga drama. 

"Yang jelas semua film ini memiliki pesan masing-masing. Tak lupa tetap mengangkat potensi Kulon Progo. Untuk pelaksanaan shooting dimulai pada 5 September sampai 19 September 2020," imbuh Niken.

Adapun empat judul film yang diproduksi pada Sekolah Film kali ini ialah film berjudul 'Juang' dengan sutradara Wahyu Naufal, film berjudul 'Manah' dengan sutadara Ponang Merdugandang, film berjudul 'Gumun' dengan sutradara Bambang Jati Asmoro serta film terakhir berjudul 'Teguh' dengan sutradara Gagat Rahmawanto.

Para peserta ini tak dilepas sendiri ketika melakukan produksi. Keempat kelompok bakal didampingi oleh mentor-mentor yang sudah berpengalaman dalam proses produksi film layar lebar. Di antaranya Agus Kencrot, Yopi Kurniawan serta Seno Aji Julius.

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana mengapresiasi antusias dan keseriusan para sineas muda ini dalam mengikuti program Sekolah Film. Menurutnya, program ini merupakan langkah yang tepat untuk mengantarkan Kulon Progo di kancah nasional melalui karya film.

"Saat ini, setiap orang, tua ataupun muda memiliki minat untuk mengabadikan momen mereka masing-masing dan dikemas menjadi konten. Film adalah salah satunya. Tentunya ini bisa menjadi wadah yang positif.," kata Fajar.

Kepada para peserta Sekolah Film, sosok yang akrab disapa Mas Wabup ini berpesan agar terus berupaya mengangkat potensi di Kulon Progo. Pasalnya, media rekam saat ini bisa disinergikan dengan potensi apapun.

Sebagai simbol dimulainya program Sekolah Film, Fajar Gegana memberikan aba-aba 'action' sebagai tanda dimulainya proses shooting perdana. Mas Wabup juga memberikan aba-aba 'cut' sebagai tanda proses pengambilan adegan perdana usai.