Edarkan Uang Palsu, Wanita Paruh Baya Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Edarkan Uang Palsu, Wanita Paruh Baya Dicokok Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Resor Kulon Progo mengamankan seorang wanita paruh baya berinisial RR (50), warga Kalurahan Banjarasri, Kapanwon Kalibawang namun berdomisili di Bantul. Ia diamankan lantaran diduga telah mengedarkan uang palsu.

Waka Polres Kulon Progo, Komisaris Polisi Sudarmawan mengatakan bahwa aksi pelaku dilancarkan di Pasar Bendungan, Kapanewon Wates pada Jumat (11/09) lalu. Korbannya ialah Suginem (57), salah seorang pedagang Pasar Bendungan.

Mulanya, pelaku hendak membeli jajanan pasar di lapak korban menggunakan uang palsu pecahan seratus ribu. Korban yang merasa curiga kemudian mengecek keaslian uang tersebut dengan melihat, meraba dan menerawang.

Korban kemudian meminta pelaku membayar dengan uang yang nominalnya lebih kecil. Setelah uang yang digunakan untuk membayar dipastikan asli, Suginem kemudian melapor kepada petugas keamanan pasar.

"Setelah berhasil mengamankan pelaku. Personil Polres Kulon Progo kemudian segera bertindak menuju rumah pelaku namun tidak mendapati barang bukti lainnya. Barang bukti yang disita ialah 13 lembar uang palsu pecahan seratus ribu," ungkap Sudarmawan, Selasa (29/09/2020).

Dilanjutkan olehnya, kini barang bukti berupa uang palsu tersebut telah diserahkan kepada pihak Bank Indonesia. Kendati begitu, polisi menyatakan bila bakal berupaya mengungkap kasus ini. 

Sementara pelaku mengaku mendapatkan uang palsu tersebut secara cuma-cuma dari seorang laki-laki di Terminal Umbulharjo, Sleman. Seminggu setelahnya, barulah pelaku mencoba mengedarkan uang palsu tersebut.

"Kepada saya, lelaki tersebut mengaku juga tertipu. Dia bilang kalau bisa dipakai (uang palsu) ya dipakai saja. Kalau tidak dibuang aja. Kalau uangnya saya pakai untuk beli itu, saya juga bingung ko kenapa melakukan itu," ungkap pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 36 Ayat 3 juncto Pasal 26 Ayat 3 Undang-Undan Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara dan denda paling banyak Rp 50 Miliar atau Pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.