Edarkan Obat Tanpa Izin, Tiga Warga Galur Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Edarkan Obat Tanpa Izin, Tiga Warga Galur Dicokok Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Satuan Reserse Narkoba Polres Kulon Progo mencokok tiga laki-laki asal Kapanewon Galur. Ketiganya diamankan lantaran mengedarkan obat-obatan tanpa izin edar berjenis Yarindo.

Adalah AIP alias Thotot (34), I alias Jibrut (34) dan RDA, alias Duwek (20). Mereka yang tercatat sebagai warga Kapanewon Galur itu ditangkap saat tengah bertransaksi di sebuah tempat kos di Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Minggu (13/09) sore.

Kasat Resnarkoba, Polres Kulon Progo, AKP Irwan, menerangkan ungkap kasus ini bermula dari laporan masyarakat tentang adanya peredaran obat-obatan tanpa izin edar di sebuah tempat kos wilayah Glagah.

Tempat itu dihuni oleh pelaku Thotot. Petugas kemudian diterjunkan ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut, dan menemukan adanya transaksi yang dilakukan oleh Thotot dan Jibrut.

"Kami kemudian menggeledah tubuh pelaku Jibrut dan didapati 38 butir pil Yarindo yang dibungkus dalam tiga plastik klip bening. Selanjutnya kami geledah kamar Thotot dan diperoleh 394 pil yang sama yang dibungkus ke dalam 40 plastik klip," terang Irwan di Mapolres Kulon Progo, Rabu (07/10/2020).

Dari keterangan kedua pelaku yang berhasil diamankan, Jibrut mengaku mendapatkan obat tersebut dari Thotot. Jibrut kemudian mengedarkan obat tersebut kepada sejumlah pelaku, termasuk diantaranya adalah Duwek. 

"Pelaku Duwek kami amankan pada hari yang sama. Dia juga mengedarkan pil Yarindo kepada orang lain," imbuh Irwan.

Dari penangkapan tiga pelaku ini, petugas menyita 741 butir pil Yarindo, satu bendel plastik klip bening, satu botol plastik bening, enam unit handphone, satu tas pinggang, empat bungkus rokok, sebuah ember dan uang sebesar Rp135 ribu yang merupakan uang hasil transaksi antara pelaku Thotot dengan Jibrut.

Sementara itu salah satu pelaku, Thotot yang dihadirkan dalam rilis kasus mengaku baru sebulan ini menjual Yarindo. Ia memperoleh pil tersebut dengan cara membeli dari seorang penjual di wilayah Bantul.

"Saya beli 1.000 butir, kemudian udah laku sekitar 300 an butir. Saya nganggur, jadi terpaksa jualan ini," ucapnya.

Setiap 100 butir pil Yarindo, Thotot menjualnya seharga Rp250 ribu. Hasil penjualan itu, kata dia, digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku akan dikenakan pasal 197 UU Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.