Nyamar Jadi Pekerja, Proyek Bandara Disatroni Gerombolan Maling
Hukum & Kriminal

Nyamar Jadi Pekerja, Proyek Bandara Disatroni Gerombolan Maling

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Resor Kulon Progo berhasil mengamankan komplotan pencuri yang beraksi di area proyek pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kapanewon Temon.

Dari tujuh pelaku pencurian, polisi berhasil mengamankan tiga orang. Sementara empat lainnya masih dalam pencarian.

Waka Polres Kulon Progo, Kompol Sudarmawan mengatakan bahwa kompolotan ini berhasil menggasak panel listrik Air Circuit Breaker (ACB) senilai Rp 624 juta. Namun oleh pelaku, hasil curian tersebut hanya dijual senilai Rp 10 juta.

"Aksi pencurian dilakukan para tersangka pada 6 Juli 2019. Untuk memuluskan aksinya, mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa rompi, helm dan sepatu proyek," ungkap Sudarmawan, Selasa (13/10/2020).

Ketujuh pelaku tersebut yakni R (50) warga Jakarta Barat, H (40) warga Jakarta Utara, AS (32) warga Sumatera Selatan, I (40) warga Bogor, A (30) warga Pemalang, S (30) warga Pemalang dan Y (38) warga Bogor. Hingga saat ini I, A, S dan Y masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). 

"Para pelaku beraksi di Gedung Mezzanine di area proyek pembangunan bandara sekira pukul 06.30 WIB," imbuh Sudarmawan.

Sebelum beraksi, para pencuri ini awalnya bertemu di SPBU Kedundang, Kapanewon Temon untuk menyusun rencana. Mereka kemudian menuju area proyek YIA menggunakan mobil hitam, melewati pintu utama paling barat.

H dan A bertugas mengawasi keadaan di lantai bawah, sedangkan R, I, S, A dan Y beraksi di lantai 2. Sebanyak delapan unit ACB berhasil digasak oleh para pelaku.

Setelah keluar dari lokasi proyek, komplotan pencuri tersebut kemudian berpisah. Barang hasil curian dibawa A, Y dan S ke Jakarta untuk dijual. Namun lantaran tidak mengetahui harga, delapan ACB senilai Rp 624 juta itu hanya dijual Rp 10,5 juta. Masing-masing kemudian mendapat bagian Rp 1,5 juta.

"Para pelaku kami tangkap di Jakarta. Barang bukti yang diamankan yakni rompi, helm dan sepatu proyek serta empat plat besi dudukan panel ACB," imbuh Sudarmawan.

Akibat perbuatannya, para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Mereka bakal terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.