Kasus Penipuan, Seorang Wanita Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Kasus Penipuan, Seorang Wanita Dicokok Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Sat Reskrim Polres Kulon Progo mengamankan seorang wanita berinisial AA (33), warga Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Ia diamankan lantaran diduga menjadi otak dalam aksi penipuan dengan modus menggadaikan mobil.

Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu Nengah Jefri menyebut bahwa kasus penipuan ini dilakukan pelaku bersama dengan rekannya berinisial JS pada Mei 2020 lalu. Rekannya telah terlebih dahulu ditahan dan menjalani proses hukum.

"Sedangkan JS, sudah ditahan di Polres Gunungkidul dalam perkara lain," kata Jefri dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, Rabu (14/10/2020).

Disebut Jefri, kasus ini bermula saat AA menyuruh JS untuk menggadaikan mobil Toyota Avanza hitam bernopol AB 1043 BW lewat Facebook pada awal Mei 2020. Unggahan itu menarik minat korban, D, yang kemudian menghubungi pelaku melalui WhatsApp pada Kamis, 28 Mei 2020 pagi. Setelah dilakukan momunikasi, disepakati bahwa mobil tersebut digadaikan sebesar Rp 18 juta. 

Korban dan pelaku kemudian janjian bertemu untuk menyerahkan mobil di Jalan Wates -Purworejo, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, tepatnya depan Yogyakarta International Airport (YIA). Pertemuan ini dilakukan pada hari yang sama, namun pada malam hari, tepatnya pukul 23.00 WIB.

Setelah serah terima mobil, korban kemudian mentransfer uang yang telah disepakati kepada pelaku. Sepekan pasca pertemuan, pelaku datang ke rumah korban dengan alasan ingin meminjam mobil itu untuk dibayarkan pajaknya. Sebagai jaminan AA di tinggal di rumah korban.

Dikatakan Jefri, ketika menunggu dijemput, AA, minta kepada anak korban untuk mengantarkannya ke ATM guna mengambil uang. Kesempatan itu dilakukan AA untuk kabur.

"Ketika sampai di ATM yang ada di wilayah Grabag, AA dijemput oleh JS, lalu mereka pergi," ucap Jefri.

Korban sebenarnya telah berupaya menghubungi pelaku dengan cara menelpon, tapi ternyata nomor itu sudah tidak aktif. Merasa ditipu, korban kemudian melaporkan peristiwa ini kepada kepolisian.

"Pelaku AA kami amankan di rumahnya. Dari tangan tersangka kami mendapatkan barang bukti berupa laporan transfer transaksi mobil dan screenshot percakapan WhatsApp dengan korban," ujar Jefri.

AA yang dihadirkan dalam gelar perkara mengaku melakukan aksinya lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. Ia mengatakan mobil yang digadaikan kepada korban merupakan mobil temannya yang disewa.

"Saya takut mobil itu hilang sehingga saya nekat mengambil dengan menipu korban," katanya.

Dari aksinya ini AA mendapatkan jatah Rp 8 juta yang habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan. Sementara sisanya yaitu Rp10 diberikan kepada JS.

Atas perbuatannya, AA akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan hukuman penjara maksimal empat tahun.