Wisatawan Diminta Waspada Obyek Wisata Rawan Bencana
Peristiwa

Wisatawan Diminta Waspada Obyek Wisata Rawan Bencana

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Wisatawan yang berlibur di Kabupaten Kulon Progo diminta untuk mewaspasai destinasi wisata rawan bencana. Imbauan ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Ariadi mengatakan bahwa sejumlah obyek wisata di Kulon Progo berlokasi di wilayah rawan bencana. Obyek wisata yang berada di daerah perbukitan tergolong rawan longsor. Sementara, obyek wisata di daerah pantai perlu diwaspadai kemungkinan adanya gelombang besar.

"Wisatawan di pantai perlu waspadai kenaikan permukaan air laut dan ketinggian gelombang. Kalau wisata di daerah bukit, misal di Waduk Sermo, perlu memperhatikan jalur evakuasi," kata Ariadi kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Ariadi menyebut, pihaknya mengimbau wisatawan untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di obyek wisata demi keselamatan wisatawan. Sebab, dalam masa libur panjang akhir pekan yang masih akan berlangsung hingga Minggu (01/11/2020) mendatang, wilayah Kulon Progo memasuki masa awal musim penghujan sehingga turis yang berwisata perlu meningkatkan kewaspadaan. 

Wisatawan juga diminta untuk selalu memperbaharui informasi terkait prakiraan cuaca dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Bila di destinasi wisata yang dituju diperkirakan akan turun hujan, maka wisatawan diminta untuk mengurungkan niatnya.

Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko mengatakan bila pihaknya siap mengamankan wisatawan di sepanjang garis pantai di Kulon Progo.

Informasi yang diperolehnya dari BMKG, selama dua hari sejak Kamis (29/10) hingga Jumat (30/10), gelombang Pantai Selatan tergolong tinggi sehingga wisatawan diimbau tak terlalu dekat ke bibir pantai.

"Kita selalu waspadai pengunjung yang berada di tepian pantai. Setiap kita tahu ombak itu besar, kita beri peringatan jangan dekat-dekat bibir pantai," kata dia.