Polisi Sebut Pelaku Pembakaran Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Hukum & Kriminal

Polisi Sebut Pelaku Pembakaran Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Kasus pembakaran yang menimpa Catur Atminingsih (54), warga Pedukuhan Tawang, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan pada September 2020 lalu menjadi perhatian.

Pasalnya, pelaku pembakaran merupakan orang terdekat korban, yakni ATS (51), warga Pedukuhan Sentolo Lor, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo.

Usai dibakar oleh pelaku pada Rabu (05/09/2020) lalu, pelaku dirawat di RSUD Wates dengan luka bakar parah pada sekujur tubuhnya. Setelah dirawat selama kurang lebih satu bulan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Waka Polres Kulon Progo, Kompol Sudarmawan mengatakan, atas hal tersebut polisi yang semula bakal menjerat korban dengan Pasal 351 Ayat 2 juncto Pasal 353 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan direncanakan terlebih dahulu dengan ancaman hukuman penjara lima tahun berencana mengganti dengan pasal lain.

"Karena akhirnya korban meninggal. Ada kemungkinan kita akan menjerat pelaku dengan pasal lain," ungkap Sudarmawan, Rabu (04/11/2020).

Adapun pasal yang dimaksud diantaranya adalah Pasal 340 KUHP juncto 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 351 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan luka berat. Pelaku bisa saja dijerat dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. 

"Dengan keadaan korban yang meninggal dunia karena peristiwa itu, tentunya berpengaruh terhadap pasal-pasal yang akan disangkakan kepada pelaku," jelasnya.

Sementara itu, pelaku yang dihadirkan dalam jumpa pers mengakui perbuatannya. Ia mengungkapkan amarahnya meluap hingga nekat membakar korban karena impiannya menikahi korban ditolak tanpa alasan. Padahal selama tiga tahun menjalin hubungan asmara, korban sudah berjanji untuk mau dinikahinya.

"Dia janji mau dinikahi, tapi berjalannya waktu ada keragu-raguan. Dia terus bilang nggak mau tanpa alasan. Itu membuat saya emosi hingga nekat melakukan ini," ucap duda dua anak tersebut.

ATS mengatakan niatnya membakar korban hanya untuk memberi pelajaran. Namun ia tak menyangka aksinya itu membuat korban meninggal dunia.

"Cuma buat pelajaran, tapi ternyata bisa sefatal itu," ujarnya.

Diberitakan sorot.co sebelumnya, polisi berhasil mencokok pelaku pada Kamis (29/10/2020) di area Pasar Cikil, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap. Sebelum diamankan, pelaku sempat kabur ke wilayah Magelang, Jawa Tengah.