Begini Cerita Video Viral Pemakaman Protokol Covid Seberangi Sungai di Banjaroya
Sosial

Begini Cerita Video Viral Pemakaman Protokol Covid Seberangi Sungai di Banjaroya

Kalibawang,(kulonprogo.sorot.co)--Aksi menyeberang sungai dengan arus cukup deras yang dilakukan oleh sejumlah orang dengan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan membawa sebuah peti viral di media sosial. Video berdurasi 30 detik ini diunggah oleh akun twitter resmi TRCBPBDDIY (@TRCBPBDDIY) pada Rabu (13/01) kemarin.

Sejak pertama kali diunggah hingga Kamis (14/01/2021), unggahan itu telah menuai ribuan like, komentar dan posting ulang dari sejumlah warganet. Berdasarkan keterangan dari akun tersebut, peristiwa ini terjadi di wilayah Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang. Mereka sedang mengantarkan jenazah pasien terkait Covid-19 ke pemakaman yang terletak di Pedukuhan Pantog Kulon, kalurahan setempat.

"Laporan pendampingan rekan TRC BPBD Kulon Progo Rabu (13/1/2021) pukul 13.00 WIB giat dukungan pemakaman prosedur Covid-19 oleh Satgas Penanggulangan Covid-19 Kalurahan Banjaroya, dari RS Sarjito menuju pemakaman Padukuhan Pantog Kidul, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo," tulis akun TRCBPDBDIY.

Ketika dikonfirmasi, Koordinator Relawan Pemakaman Covid-19 Kalurahan Banjaroya, Azhari Hidayat membenarkan orang-orang dalam video viral itu merupakan tim relawan satgas Covid-19 tempatnya. Ia mengatakan, saat itu tim sedang mengantar jenazah warga setempat menuju area pemakaman di wilayah Pedukuhan Pantog Wetan, Banjaroya. 

"Memang benar tim relawan dari satgas desa, waktu itu kami sedang mengantarkan jenazah Covid-19, dan sesuai permintaan pihak keluarga, jenazah dimakamkan di lokasi yang memang rutenya lewat sungai," kata Azhari saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/01/2021).

Ditambahkan Azhari, jasad warga yang dimakamkan dalam video tersebut sempat dirawat di RSUP dr. Sardjito. Lantaran berkaitan dengan Covid-19, maka pemakaman diwajibkan dengan penerapan protokol kesehatan. Kabar duka itu diterima Azhari pada Selasa (12/01) malam. Sedianya pemakaman bakal berlangsung pada Rabu (13/01) pagi, namun berlangsung pada siang harinya.

Dikatakan oleh Azhari, dipilihnya jalur sungai lantaran berbagai pertimbangan. Pertama jalur melewati sungai dianggap lebij dekat dibandingkan dua jalur lain. Ia menyebut jika melewati jalur itu tim hanya akan menempuh jarak paling jauh 300 meter. Sedangkan dua jalur lain, bisa mencapai setidaknya 3 km.

Kedua persoalan medan. Menurut Azhari dibandingkan dua jalur lain, jalur yang melintasi sungai jauh lebih sedikit rintangan. Sedangkan jalur lain bakal menjadi kesulitan lebih bagi para anggota tim kubur cepat.

"Kalau dua jalur lain itu selain karena jaraknya jauh medannya juga sulit, bahkan harus lewat tebing, dan itu belum tentu bisa langsung sampai malam, perlu muter lagi cukup jauh, nah kalau yang jalur sungai selain dekat, rintangannya juga sedikit dan itu juga biasa dijadikan warga sekitar sebagai akses untuk mencari rumput," kata Azhari.

Adapun pertimbangan selanjutnya ialah jalur sungai merupakan salah satu andalan bagi warga setempat yang melaksanakan pemakaman. Sehingga jalur tersebut bukan pertama kali dilalui.

Sementara itu, Penanggung Jawab Posko Dekontaminasi dan Giat Kubur Cepat Satgas Covid-19 BPBD Kulon Progo, Edy Haryanto, mengatakan proses pemakaman di Banjaroya memang dilakukan oleh satgas tingkat kalurahan. Sedangkan pihaknya hanya melakukan pendampingan.

"Pendampingan dari BPBD Kulon Progo, kemudian petugasnya adalah satgas desa karena mulai bulan ini kami sudah berdayakan gugus tugas desa agar bisa melakukan pemakaman prosedur Covid-19 secara mandiri akan tapi tetapi tetap ada pendampingan dari kami," ujarnya.

Disebut Edy, untuk proses pemakaman warga yang meninggal di kelurahan itu memang melewati sungai. Medannya juga cukup sulit. Namun hal itu menurut Edy bukan tanpa sebab dan berdasarkan sepengetahuan warga setempat.

"Ya mau tak mau karena itu sudah jadi keputusan keluarga yang meninggal untuk mamkamkan di situ, jadinya kita harus turuti permintaan itu," ucapnya.

Meski begitu, Edy memastikan proses pemakaman itu berjalan lancar. Seluruh tim yang bertugas diberikan keselamatan hingga selesai prosesi tanpa ada kendala.