Ikuti Instruksi Gubernur, Jatah WFH Pegawai Pemkab Berubah
Pemerintahan

Ikuti Instruksi Gubernur, Jatah WFH Pegawai Pemkab Berubah

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pemkab Kulon Progo merubah jatah Work From Home (WFH) bagi pegawai di lingkungan pemkab setempat. Penambahan jatah ini merupakan tindak lanjut atas revisi intstruksi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan bila perubahan jatah WFH tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur DIY yang merevisi instruksi gubernur (Ingub) Nomor 1 Tahun 2021 tentang PTKM. Sebelumnya WFH di DIY sebesar 50 persen, tetapi belakangan diganti menjadi 75 persen dalam Ingub Nomor 2 Tahun 2021.

"Sesuai ingub kemarin kan WFH itu 50 persen, sedangkan nasional 75 persen. Nah per hari ini ada instruksi baru untuk menyesuaikan aturan nasional, dan untuk Kulon Progo sekarang masih dalam kajian, Mulai berlaku sejak 13 Januari kemarin untuk aturan baru itu," kata Fajar, Sabtu (16/01/2021).

Saat ini, kata Fajar, Pemkab telah merevisi Inbup Nomor 1 Tahun 2021 menjadi Inbup Nomor 2 Tahu. 2021. Dalam Inbup baru, selain mengatur perubahan WFH, terdapat ada tiga poin baru. Sehingga total poin pelaksanaan PTKM di Kulon Progo ke depan menjadi 13 poin. 

"Kemarin kan ada 10 poin di Inbup, nanti ada 13 poin, atau tambah tiga. Tambahannya ini masih dikaji, tapi yang pasti salah satu perubahannya di penerapan WFH sebesar 75 persen tadi," imbuh sosok yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo ini.

Disebut Fajar, perubahan sistem WFH ini tidak terlalu berpengaruh terhadap instansi non pelayanan masyarakat. Pengaruhnya baru terasa di instansi pelayanan. Mengantisipasi adanya masalah lantaran aturan WFH di instansi pelayanan masyarakat, Pemkab Kulon Progo tengah menggodog sejumlah upaya. Salah satu opsinya ialah membedakan aturan WFH antara instansi pelayanan dengan instansi non pelayanan.

"Kalau yang pelayanan tetap 75 persen tentu akan menimbulkan masalah, sehingga kami usahakan aturan buat instansi ini berbeda, harapannya dapat lebih fleksibel dibandingkan non pelayanan," tutup Fajar.