Vaksinasi di Kulon Progo Dilaksanakan Februari Mendatang
Peristiwa

Vaksinasi di Kulon Progo Dilaksanakan Februari Mendatang

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pelaksanaan vaksinasi sebagai salah satu langkah penanganan Covid-19 di Kulon Progo bakal dilaksanakan pada Februari mendatang. Hal ini berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berkaitan dengan pelaksanaan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan bila untuk pelaksanaan vaksinasi, sebenarnya pihaknya telah siap sejak rencana awal pada 14 Januari lalu. Namun di DIY, baru Sleman dan Kota Yogyakarta yang ditunjuk untuk melaksanakan vaksinasi perdana gelombang pertama.

"Untuk Kulon Progo, Gunungkidul dan Bantul rencananya akan dimulai pada Februari mendatang," kata Sri Budi, Selasa (19/01/2021) dalam webinar terkait vaksinasi di Kulon Progo yang disiarkan melalui kanal YouTube Kulonprogo TV.

Namun perkiraan jadwal tersebut nantinya juga menunggu restu dari pemerintah pusat dan peprov yang menjadi penanggung jawab pendistribusian vaksin Sinovac. Hal ini juga berkaitan dengan ketersediaan vaksin Sinovac yang masih terus didistribusikan secara bertahap. 

Sesuai dengan arahan pemerintah, untuk Kulon Progo vaksinasi pertama tetap menyasar tenaga kesehatan (nakes). Setelah seluruh nakes di vaksinasi, barulah elemen masyarakat lainnya divaksin, seperti petugas publik dan elemen lainnya.

"Untuk vaksinasi perdana di Kulon Progo, ada 10 tokoh yang akan divaksinasi pertama. Mereka mewakili unsur pimpinan daerah, tokoh organisasi provesi kesehatan, tokoh agama dan sejumlah tokoh lainnya," terang Budi.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan bila penggunaan vaksin Sinovac telah sesuai persyaratan Emergency Use Athorized atau Izin Penggunaan Darurat. Selain itu, vaksin Simovac juga telah memenuhi empat syarat vaksin, yakni aman, effikasi, efektif dan halal.

"Dari sekian banyak vaksin, Sinovac ini memiliki efek samping paling ringan. Tidak ada efek berat yang ditunjukkan bagi para penerima vaksin Sinovac di seluruh dunia," kata Baning.

Adapun efek samping dari vaksin Sinovac di antaranya nyeri dan kemerah-merahan dan bengkak pada lokasi suntikan, demam ringan, nyeri otot, dan sakit kepala. Untuk mencapai antibodi yang dibutuhkan guna menangkal Covid-19, setiap orang harus menerima dua dosis vaksin Sinovac atau dua kali vaksinasi.

Dikatakan Baning, meskipun seseorang telah menerima vaksin, namun mereka tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, vaksinasi hanyalah salah satu cara menekan lonjakan kasus Covid-19.

"Sehingga penerapan protokol kesehatan tetap diperlukan. Para penerima vaksin juga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan sekitarnya," terang Baning.