Jaga Penyebaran Covid di Perbatasan, Satpol PP Lakukan Patroli
Peristiwa

Jaga Penyebaran Covid di Perbatasan, Satpol PP Lakukan Patroli

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kulon Progo melakukan patroli secara rutin di kawasan perbatasan. Razia ini dilakukan pasca munculnya klaster kegiatan ibadah di Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon yang menyebabkan 57 orang terpapar Covid-19.

Kepala Satpol PP Kulon Progo, Sumiran mengatakan jika pihaknya sudah melakukan upaya pengawasan di wilayah perbatasan. Upaya sosialisasi kepada warga dan operasi penegakan protokol Covid-19 juga dilakukan oleh jawatannya guna meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan

"Ya, kita setiap hari juga patroli di wilayah perbatasan dan terus mengedukasi masyarakat soal protokol pencegahan penularan Covid-19 dan mengingatkan agar masyarakat perbatasan selalu melakukan 3M. Patroli kami lakukan di Jalan Daendels dan Padukuhan Ngelak, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon," kata Sumiran, Rabu (17/02/2021).

Dilanjutkan oleh Sumiran, warga yang kedapatan tak menerapkan protokol kesehatan bakal diimbau sebagai bentuk peringatan pertama. Namun bila warga kedapatan melanggar protokol kesehatan lagi bakal diberi sanksi yang lebih tegas. 

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan bila pengetatan wilayah perbatasan ini diperlukan sebagai upaya pencegahan risiko penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan. Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Kulon Progo berbatasan dengan sejumlah wilayah lain.

"Area perbatasan ini memang rancu. Seperti di Samigaluh itu kan berbatasan dengan kabupaten lain seperti di Nanggulan dan Lendah. Sebetulnya daerah perbatasan ini rawan terpapar Covid-19 karena perbedaan penanganan dan dari segi pengetatan wilayah itu berbeda," terang Fajar.

Dikatakan Fajar, penerapan protokol kesehatan yang tak maksimal bisa menjadi pemicu penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, Fajar menilai penjagaan di wilayah perbatasan perlu dipertimbangkan menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Seperti di Samigaluh misalnya, saat kita menerapkan pengetatan wilayah tiga bulan yang lalu, yang dari luar sana tidak pakai masker, sekuat apapun kita di sini kalau kabupaten lain tidak tegas di perbatasan ya berpotensi bakal menularkan ke masyarakat kita. Itu pasti. Makanya perbatasan di seperti di Jangkaran itu harus terpantau. Setiap kegiatan masyarakat harus terpantau," tandas Fajar.

Tak dipungkiri oleh Fajar bila masih banyak masyarakat Kulon Progo yang tinggal di perbatasan kerap keluae masuk wilayah perbatasan. Hal itu juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat, baik bekerja, transaksi dagang, hingga hubungan kekerabatan.

"Aktivitas harian warga, apalagi yang di perbatasan harus diawasi. Paling tidak warga baik di Kulon Progo maupun di wilayah lain yang ada di perbatasan ikut berperan aktif dengan menerapkan protokol kesehatab secara baik dan benar," kata Fajar.