Dampak Pandemi Covid-19, Jumlah Pengangguran di Kulon Progo Meningkat
Peristiwa

Dampak Pandemi Covid-19, Jumlah Pengangguran di Kulon Progo Meningkat

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pandemi Covid-19 sejak 2019 lalu nyatanya berdampak pada sejumlah hal. Termasuk di antaranya angka pengangguran yang kian meningkat. Tak terkecuali angka pengangguran di Bumi Binangun.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo, jumlah pengangguran di Kulon Progo meningkat menjadi 3,71 persen. Padahal, sebelumnya jumlah pengangguran di Kulon Progo hanya berada di angka 1,8 persen.

Disebut oleh Kepala Disnakertrans Kulon Progo, Nurwahyudi, penyebab utama peningkatan jumlah pengangguran ini ialah pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 melumpuhkan hampir sebagian besar sektor perindustrian, yang memiliki peran banyak dalam menyerap pengangguran.

"Dari sisi pengangguran terbuka memang sangat berpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Di 2019 itu 1,8 persen. Kemudian berdasarkan hasil survei angkatan kerja nasional (Sakernas) pada 2020 menjadi 3,71 persen," kata Nurwahyudi, Jumat (19/02/2021).

Dikatakan Nurwahyudi, prosentase sebesar 1,8 persen bila dijabarkan menjadi 4.614 orang pengangguran. Sementara pada tahun 2020, jumlah pengangguran sebanyak 3,71 persen bila dijabarkan menjadi 10.500 orang. 

"Kenaikannya hampir 4 ribu-an lebih. Tentunya pandemi ini begitu menjadi kendala untuk penyerapan jumlah pengangguran," kata Nurwahyudi.

Sejumlah perusahaan yang biasa mencari sumber daya manusia (SDM) asal Kulon Progo, lanjut Nurwahyudi, kini tengah mengalami kesulitan mempertahankan produksinya agar tidak limbung diterpa pandemi Covid-19. Bahkan tak sedikit perusahaan yang terpaksa merumahkan, bahkan melakukan PHK terhadap karyawannya.

"Karena perusahaan-perusahaan mengalami kesulitan. Artinya, dari sisi order juga berkurang akhirnya untuk biaya operasionalnya itu tidak bisa terpenuhinya karena order berkurang. dengan terpaksa pekerja ada yang shift, ada yang di rumahkan dan di PHK," imbuh Nurwahyudi.