Pemkab Gelontor Dana Senilai Rp 10 Miliar untuk Bantuan Pangan Non Tunai
Peristiwa

Pemkab Gelontor Dana Senilai Rp 10 Miliar untuk Bantuan Pangan Non Tunai

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dana senilai Rp 10,2 miliar digelontor oleh Pemkab Kulon Progo sebagai salah satu cara mengentaskan kemiskinan. Dana ini nantinya akan digunakan untuk pemberian bantuan kepada warga ekonomi rendah di Kulon Progo.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulon Progo, Yohanes Irianta mengatakan, anggaran tersebut akan dialolasikan untuk 48.815 keluarga penerima manfaat (KPM) penerima bansos sembako dan 1.158 warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dana itu dikucurkan dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kulon Progo 2021.

Sebenarnya, kata Irianta, untuk program BPNT pihaknya mengajukan 4.680 penerima. Namun hanya bisa terealisasi tak lebih dari separuh. Kemungkinan nama-nama yang tidak dimasukkan dalam daftar penerima BPNT bakal di-cover melalui Proram Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) dengan total sasaran mencapai 29.320 KPM untuk Kulon Progo serta Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan sasaran 20.844 KPM di Kulon Progo.

"Sisanya dikembalikan ke kas daerah," kata Yohanes Irianta, Minggu (21/02/2021).

Dikatakan oleh Irianta, menurutnya upaya yang dilakukan jawatannya bersama Pemkab Kulon Progo pada tahun ini untuk mengentaskan kemiskinan tergolong baik. Pasalnya, pada tahun lalu, jumlah KPM hanya sebanyak 4.68 KPM. 

"Intinya bansos sembako dan BPNT APBD Kulon Progo itu kan dikelola dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Bansos diberikan dengan cara pemberdayaan ekonomi lokal. Bansos tapi di dalamnya kita kemas menjadi pemberdayaan ekonomi lokal," ungkap Irianto.

Penanganan kemiskinan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais), kata Irianta juga belum dilakukan. Sampai saat ini belum ada substansi pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh Dinsos PPPA Kulon Progo melalui danais.

"Skema untuk menggunakan danais juga tidak dialokasikan oleh Dinsos. Jadi, secara substansi terkait dengan jaring pengaman sosial, rehabilitasi sosial pemberdayaan sosial tidak melalui skema danais," ungkapnya.