Ini Kendala Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Trisik
Wisata

Ini Kendala Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Trisik

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menemui sejumlah kendala dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Trisik di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur.

Adanya peternakan ayam milik masyarakat setempat serta minimnya infrastruktur menjadi kendala yang ada di depan mata untuk mengembangkan wisata di ujung timur garis pantai Kulon Progo tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan, saat ini jawatannya tengah melakukan pendekatan kepada warga sekitaran Pantai Trisik. Dengan kehadiran kandang ayam milik masyarakat, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pembangunan mengatasnamakan pengembangan kawasan wisata.

"Kami mengedepankan pendekatan secara khusus kepada masyarakat. Jangan sampai upaya pengembangan pariwisata justru merugikan masyarakat," kata Joko Mursito, Minggu (21/02/2021).

Minimnya akses menuju ke destinasi wisata satu ini juga menjadi kendala. Seperti diketahui, Jembatan Nglinggan yang menjadi akses utama memasuki Pantai Trisik hanya memiliki lebar tak lebih dari lima meter. Hal ini menyulitkan wisatawan dengan bus besar untuk memasuki kawasan Pantai Trisik. 

Selain itu, jalan yang kurang mulus dan berlubang juga menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk melancong ke lokasi tersebut. Seperti diketahui, akses jalan menuju Pantai Trisik juga menjadi akses bagi truk pengangkut pasir aktivitas penambangan di bantaran Sungai Progo.

"Kami meyakini Pantai Trisik dapat berkembang pesat bila didukung infrastruktur. Kami berharap ada perbaikan infrastruktur agar kawasan Trisik yang juga merupakan kawasan edukasi dan konservasi penangkaran penyu bisa berkembang dan diminati," imbuh Joko.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Istana berharap agar pemerintah setempat bisa mengembangkan dan mengoptimalkan potensi di Pantai Trisik. Dengan harapan pantai tersebut bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berbasis agrowisata serta konservasi.

"Komisi IV peduli supaya kawasan Pantai Trisik dioptimalkan fungsinya. Selain produktif untuk kegiatan ekonomi dan wisata tapi juga harus paham terhadap konservasi tukik, karena kalau tidak diseriusi maka akan punah," ungkap Istana.