Penerapan PPKM Mikro di Kulon Progo Disebut Belum Efektif
Peristiwa

Penerapan PPKM Mikro di Kulon Progo Disebut Belum Efektif

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Kulon Progo disebut belum efektif. Pasalnya, kebijakan ini belum sukses menekan angka penyebaran Covid-19 di Kulon Progo. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya lonjakan kasus, bahkan munculnya klaster atau sumber penularan Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan, munculnya klaster kegiatan ibadah di Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon ditengarai lantaran belum efektifnya penerapan PPKM Mikro. Padahal tujuan aturan tersebut untuk mengantisipasi risiko kejadian seperti itu.

"Jadi, fungsi dari PPKM Mikro mengacu hal-hal seperti ini [klaster penularan Covid-19]. Kemarin penerapan PPKM Mikro belum efektif sehingga kita kecolongan ada klaster di Jangkaran. Kami mengimbau kepada lurah secara ketugasan ada sebuah pendampingan maupun edukasi kepada masyarakat melalui posko PPKM Mikro di tiap kalurahan," kata Fajar, Minggu (21/02/2021).

Penerapan yang belum efektif inilah yang membuat pemerintah berencana memberlakukan perpanjangan PPKM Mikro tahap pertama atau perpanjangan Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) jilid tiga. Rencananya, perpanjangan jni akan dilakukan hingga 8 Maret 2021 mendatang. 

Atas hal itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemkab Kulon Progo berharap agar 88 kalurahan bisa memaksimalkan fungsi posko PPKM Mikro. Upaya pendampingan dan edukasi dari kalurahan diharapkan mampu menyadarkan masyarakat untuk senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

"Semua kegiatan masyarakat berdasarkan zonasi. Zona yang tidak membolehkan adanya kegiatan kan zona orange dan merah, itu sudah gak boleh ada kegiatan. Zona hijau dan kuning boleh ada kegiatan tapi harus terpantau. Kami harus memastikan upaya itu dilakukan. Kalau tidak ada pengawasan dari kalurahan ya kami kesulitan juga," terang Fajar.

Upaya pemantauan yang dilakukan oleh tiap-tiap posko PPKM berbasis mikro yang ada di Kulon Progo juga diharapkan beroperaai selama 24 jam. Pasalnya, penularan Covid-19 di Kulon Progo berada di lingkup masyarakat dan bahkan keluarga.

"Tujuannya posko saat PPKM mikro itu kan harus siaga 24 jam. Secara 24 jam juga melakukan pemantauan kegiatan di masyarakat. Misal ada pengajian harusnya ada tim khusus dari posko kalurahan untuk mendampingi dan mengedukasi masyarakat," kata Fajar.