Modus Tawarkan Kerjasama Usaha, Penipu Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Modus Tawarkan Kerjasama Usaha, Penipu Dicokok Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Resor Kulon Progo dan Polsek Sentolo berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan yang terjadi di Kulon Progo. Tak tanggung-tanggung, pelaku berhasil menipu banyak orang dengan keuntungan mencapai lebih dari Rp 250 juta.

Adalah RW (40), warga Cangkrep Lor, Kabupaten Purworerjo, Provinsi Jawa Tengah. Pelaku dicokok oleh petugas pada Minggu (07/02/2021) setelah petugas menyamar sebagai calon konsumen pelaku.

"Kami sudah mendapatkan laporan dari sejumlah korban. Kemudian petugas menyamar sebagai konsumen yang berminat dengan tawaran pelaku," kata Munarso di Mapolres Kulon Progo dalam jumpa media, Rabu (24/02/2021).

Adapun modus yang digunakan oleh pelaku ialah dengan menawarkan kerja sama usaha pemasangan jaringan internet nirkabel atau wifi serta perdagangan buah-buahan di sejumlah wilayah. Korban semakin yakin ketika pelaku menunjukkan sejumlah surat kerja sama palsu yang menunjukkan kesuksesan pelaku. 

Mantan karyawan sebuah perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi BUMN itu juga memanfaatkan keterampilannya sebagai seorang sales marketing untuk menggaet korban. Setidaknya sudah ada 10 korban yang melaporkan pelaku.

"Ada tiga korban yang melapor di Polsek Sentolo, lima korban melapor di Polres Kulon Progo, satu korban melapor di Polsek Temon dan satu korban melapor di Polsek Pengasih," kata Munarso.

Kerugian yang dialami oleh masing-masing korban bervariasi. Mulai dari jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah. Polisi juga menduga masih ada korban lain yang belum melaporkan penipuan yang dilakukan pelaku.

"Kalau ditotal sampai dengan saat ini kerugian mencapai Rp 250 juta lebih. Untuk warga di Kulon Progo maupun luar Kulon Progo yang merasa tertipu oleh pelaku bisa segera melapor kepada kami ataupun polsek jajaran," imbuh Munarso.

Polisi selain mengamankan pelaku juga menyita sejumlah barang bukti. Termasuk di antaranya surat perjanjian kerja sama yang dibubui tanda tangan pelaku dan korban di atas meterei Rp 6 ribu serta sejumlah dokumen untuk mensukseskan aksi pelaku.

Ketika ditanya wartawan, pelaku yang dihadirkan dalam jumpa media mengaku nekat melakukan aksinya lantaran terlilit hutang. Diakuinya bila kebiasan gali ubang tutup lubang untuk melunasi hutangnya.

"Untuk melunasi hutang. Ya gali lubang tutup lubang karena hutangnya sampai ratusan juta. Juga buta nyukupi kebutuhan sehari-hari," kata pelaku.

Kini pelaku masih harus menjalani proses penyidikan di Mapolres Kulon Progo. Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.