Selama Dua Bulan, Belasan Kasus Narkoba Diungkap Petugas
Hukum & Kriminal

Selama Dua Bulan, Belasan Kasus Narkoba Diungkap Petugas

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Kulon Progo berhasil mengungkap 11 kasus peredaran narkoba di Kulon Progo selama Januari hingga oekan terakhir Februari 2021. Sebanyak 11 orang lelaku juga diamankan dari serentetan kasus tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Kulon Progo, AKP Irwan mengatakan bila dari ungkap kasus tersebut, polisi berhasil menyita sebanyak 1.359 butir obat-obatan terlarang. Terdiri dari 202 pil Trihexyphenidyl dan 1.157 butir pil Yarindo atau dikenal sebagai pil sapi.

Salah satu bandar besar yang berhasil diungkap ialah FB, seorang warga Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Bapak dua anak yang berprofesi sebagai satpam ini diketahui memasok Yarindo untuk diedarkan di Kulon Progo. Ia diamankan pada Sabtu (06/02) lalu.

"Awal mula pengungkapan kasus ini ketika petugas menangkap pelaku AS, warga Wates yang membeli pil Yarindo dari MS, warga Seyegan, Sleman. Setelah kami dalami, ternyata MS mendapatkan pasokan Yarindo dari FB," kata Irwan ketika menunjukkan barang bukti dan menghadirkan pelaku dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, Rabu (24/02/2021).

Dari tangan ketiga orang ini, polisi menyita 956 butir pil Yarindo. Polisi juga menyita satu unit gawai dan sejumlah kendaraan roda dua milik para pelaku yang digunakan untuk bertransaksi. 

Selain rangkaian peredaran pil sapi dengan bandar FB, petugas Satres Narkoba Polres Kulon Progo juga mengungkap kasus serupa pada 30 Januari lalu di wilayah Kapanewon Galur. Seorang pengedar narkoba yakni WNR (24) ditangkap dengan barang bukti 202 butir pil Trihexyphenidyl.

WNR yang bekerja sebagai buruh di rumah pemotongan ayam ini mengedarkan obat terlarang tersebut kepada rekan-rekannya sesama buruh. Barang itu didapat pelaku dari transaksi berbasis daring.

Sementara itu, FB yang dihdirkan dalam gelar perkara mengaku telah nyambi sebagai bandar narkoba sejak tujuh bulan belakangan. Kondisi perekonomian dan persiapan kelahiran anak ketiganya yang membutuhkan banyak biaya menjadi alasannya nekad menjual Yarindo.

"Karena kondisi ekonomi, juga persiapan lahiran istri. Sudah hamil delapan bulan," kata FB.

FB yang awalnya seorang pengguna Yarindo ini mengaku membeli barang haram tersebut secara daring dari pemasoknya asal Jakarta. Setiap satu bulan, pelaku berhasil menjual satu toples hingga dua toples Yarindo yang berisi seribu butir tiap toplesnya.

"Keuntungannya setiap satu toples Rp 1 juta. Saya edarkan ke beberapa orang ternasuk MS," imbuh FB.

Akibat perbuatannya, kesebelas pelaku yang diamankan bakal dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Kesehatan. Mereka bakal terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.